EmitenNews.com -PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan memfasilitasi nasabah segmen pebisnis maupun pedagang dalam bertransaksi setor tunai pada akhir pekan.

 

BSI kembali menyediakan layanan operasional akhir pekan (weekend banking) selama bulan September ini di 170 kantor cabang di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasabah di akhir pekan.

 

Emiten berkode BRIS ini pun meningkatkan jumlah kantor cabang yang melayani weekend banking, dari 130 cabang pada pekan lalu, kini menjadi 170 cabang.

 

Sekretaris Perusahaan BSI Gunawan Arif Hartoyo mengungkapkan pembukaan layanan operasional akhir pekan ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi keuangan, terutama setoran.

 

Menurutnya, cabang-cabang yang memberikan layanan di akhir pekan sebagian besar adalah cabang yang terletak di tempat strategis dan yang lokasinya dekat dengan pusat perdagangan.

 

"Kami punya Tabungan Wadiah, kemudian tabungan bisnis ya. Tabungan bisnis ini target marketnya adalah para pedagang dan pengusaha. Beberapa minggu lalu kita mulai mengaktifkan lagi weekend banking jadi di wilayah-wilayah yang kita melihat bahwa di situ ada pusat dagang atau pusat bisnis, kita usahakan weekend itu hari Sabtu atau hari Minggu ada cabang BSI yang buka," kata Gunawan dalam siaran pers Sabtu (23/9/2023).

 

Pada akhir pekan, kantor-kantor cabang BSI yang telah ditentukan akan membuka operasional terbatas dengan jam layanan mulai dari pukul 09.00 s.d 13.00 WIB. Jumlah cabang yang buka pada akhir pekan ini meningkat dari yang sebelumnya 134 cabang pada pekan lalu.

 

Menurutnya, saat ini BSI sudah memiliki Cash Recycle Machine (CRM) untuk membantu nasabah melakukan setoran. Namun karena tingginya animo masyarakat dan jumlah setorannya tidak sedikit, akhirnya perseroan memutuskan agar cabang membuka layanan weekend banking untuk memberikan keleluasaan atau kemudahan bagi nasabah bertransaksi setor tunai.

 

Gunawan menambahkan pembukaan layanan weekend banking ini juga menjadi salah satu upaya BSI untuk meningkatkan rasio low cost fund ke angka 60%. "Kami ingin meningkatkan rasio low cost fund atau dana murah (CASA) bisa di atas 60% atau sekitar 61%," imbuhnya.