EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III. BUMN angkutan udara menyiapkan right issue, dengan menerbitkan 248,71 miliar saham Seri E senilai Rp25 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (5/11/2026), PT Danantara Asset Management (DAM), pemegang saham utama Garuda Indonesia akan menyetorkan modal dalam bentuk selain uang. Inbreng disiapkan berupa saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Objek penyetoran modal dalam bentuk inbreng pada right issue ini adalah 82,10 miliar saham Seri B GMFI. Jumlah itu setara 65,77% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI, yang direncanakan disetorkan oleh DAM.

Pengalihan saham GMFI dari Garuda Indonesia kepada DAM telah tuntas dilaksanakan. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports. Perseroan sebelumnya telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di GMFI kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, untuk kemudian diteruskan kepada DAM.

Aksi pemindahan hak atas saham tersebut dilakukan melalui mekanisme pembagian dividen atau dividend in specie pada 2 November 2026.

Angkasa Pura Indonesia dalam laporannya menyebut transaksi penjualan ini bukan merupakan repurchase agreement. Perseroan pun menegaskan bahwa kepemilikan saham atas GMFI sebelumnya bersifat langsung,

Diketahui Angkasa Pura Indonesia mengalihkan seluruh sahamnya di GMFI sebanyak 82.100.173.900 lembar, atau setara 65,77% hak suara. Nilai pengalihan saham ini mencapai Rp5,66 triliun. ***