EmitenNews.com - PT Pyridam Farma (PYFA) akan menambah kegiatan usaha baru. Yaitu industri barang plastik lainnya, industri alat-alat laboratorium non klinis, farmasi dan kesehatan dari kaca, dan industri alat laboratorium klinis dari kaca.
Pyridam Farma telah memiliki tenaga ahli khusus industri alat kesehatan dari plastik bidang usaha Industri Barang Plastik Lainnya YTDL. Personel itu, ditunjuk dari salah satu staf divisi Biomedilab untuk membawahi kegiatan usaha alat kesehatan, termasuk industri alat kesehatan plastik, yaitu Wawan Kurniawan.
Waran juga akan menjadi tenaga ahli khusus Industri Alat-Alat Laboratorium Non Klinis, Farmasi dan Kesehatan dari Kaca, dan Industri Alat Laboratorium Klinis dari Kaca. Perubahan kegiatan usaha karena ada peluang besar bidang produksi atau industri alat kesehatan. Perseroan telah mempertimbangkan kalau peluang itu akan mampu dimaksimalkan dengan baik.
Untuk investasi awal, Pyridam Farma akan mengeluarkan kas dan setara kas Rp500 juta. Dana awal itu, untuk pembelian aset beserta instalasi, dan renovasi Rp250 juta. Sisanya akan digunakan untuk membeli bahan-bahan untuk produksi. Dampak paling besar atas rencana itu, ada tambahan laba bersih dari penjualan bidang usaha baru 2,74 persen atau Rp150 juta. Total aset naik 0,06 persen, dan total liabilitas naik 0,05 persen.
Selain itu, Pyridam Farma juga akan menghapus satu bidang usaha yaitu industri produk farmasi untuk hewan. Di mana, bidang usaha itu tidak sedang dijalankan oleh perseroan. Sebagai informasi, kegiatan industri produk farmasi untuk hewan sudah berhenti lebih dari 30 tahun lalu, dan perseroan tidak memiliki rencana untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut di masa mendatang.
Nah, untuk memuluskan rencana itu, pada Kamis, 28 Juli 2022 pukul 13.30 WIB, Pyridam Farma akan meminta izin investor dalam ajang rapat umum pemegang saham tahunan. Rapat itu akan bertempat di Sinarmas MSIG Tower Lantai 12 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG