TBIG Cari Modal Jumbo, Simak ini Alokasinya
:
0
Menara telekomunikasi Tower Bersama. FOTO - Dok TBIG
EmitenNews.com - Tower Bersama (TBIG) menawarkan surat utang Rp1,25 triliun. Itu terdiri dari obligasi Rp952,19 miliar, dan sukuk ijarah 302,16 miliar. Surat utang tersebut dijajakan masing-masing dalam dua seri.
Obligasi Seri A Rp281,69 miliar dengan bunga 8 persen per tahun berjangka 3 tahun, dan obligasi Seri B Rp670,49 miliar dengan bunga 8,25 persen per tahun berdurasi 5 tahun. Bunga obligasi dibayar setiap triwulan. Bunga pertama dibayar pada 6 November 2026, dan bunga terakhir sekaligus pelunasan pada 6 Agustus 2029 untuk Seri A, dan 6 Agustus 2031 untuk Seri B.
Sukuk dengan sisa imbalan Ijarah Seri A Rp230,2 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp18,41 miliar per tahun dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri A atau Rp80 juta per Rp1 miliar per tahun, berjangka 3 tahun, dan Seri B sebesar Rp71,95 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp5,93 miliar per tahun dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah seri B atau Rp82,5 juta per Rp1 miliar per tahun, berdurasi 5 tahun.
Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap triwulan. Cicilan imbalan ijarah pertama akan dibayarkan pada 6 November 2026, dan cicilan imbalan ijarah terakhir sekaligus tanggal pelunasan sisa imbalan ijarah akan dibayar pada 6 Agustus 2029 untuk sukuk ijarah Seri A, dan 6 Agustus 2031 untuk sukuk ijarah Seri B.
Seluruh dana hasil Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi obligasi akan digunakan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia berdasar perjanjian fasilitas pada 29 Mei 2023, sebagaimana terakhir diubah dengan perubahan keempat terhadap perjanjian fasilitas pada 18 Mei 2026 pada tanggal jatuh tempo.
Sementara, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum sukuk ijarah, setelah dikurangi biaya-biaya emisi sukuk ijarah, akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT UOB berdasar perjanjian fasilitas PT UOB pada tanggal jatuh tempo.
Dengan demikian, jadwal penerbitan surat utang menjadi sebagai berikut. Masa penawaran umum obligasi dan sucuk pada 30-31 Juli 2026. Penjatahan pada 4 Agustus 2026. Pengembalian uang pemesanan pada 5 Agustus 2026. Distribusi obligasi dan sukuk ijarah pada 6 Agustus 2026. Pencatatan obligasi dan sukuk ijarah pada 7 Agustus 2026. (*)
Related News
Pendapatan Anjlok, Saldo Laba ADHI Minus Rp3,61 Triliun
BMAS Dapat Peringkat AA+(idn) dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings
Tiga Entitas Rombak Porsi Kepemilikan Saham BIRD
Geber RUPSLB Ketiga, MEJA Kebut Right Issue, dan Akuisisi TCP
Genjot Target Pertumbuhan, BELL Maksimalkan Peran TIC
Aksi Korporasi Jadi Sorotan, Emiten Hapsoro (SINI) Ungkap Fakta ini





