EmitenNews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mencatatkan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 28,25 persen secara tahunan menjadi Rp1,47 triliun pada 2025, dari Rp1,14 triliun pada 2024. Kinerja ini menunjukkan perbaikan yang cukup solid di tengah dinamika industri sawit.

Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) merangkak naik 28,25 persen menjadi Rp764,65 per saham, dibandingkan Rp596,22 per saham pada tahun sebelumnya.

Dari sisi top line, penjualan dan pendapatan usaha tumbuh seiring 31,35 persen menjadi Rp28,65 triliun, dari Rp21,81 triliun. Kenaikan  ini ikut mendorong perbaikan laba bruto menjadi lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,34 triliun menjadi senilai Rp4,63 triliun.

Laba sebelum pajak alias EBITDA turut meningkat 30,59 persen menjadi Rp2,22 triliun dari Rp1,70 triliun pada 2024, Laba usaha juga mengalami kenaikan secara tahunan, mengikuti tren pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional yakni, dari Rp1,18 triliun menjadi senilai Rp1,53 triliun.

Dari sisi neraca, total aset per 31 Desember 2025 tercatat Rp27,04 triliun, turun 6,08 persen dari Rp28,79 triliun pada akhir 2024. Penurunan aset ini sejalan dengan strategi pengelolaan struktur keuangan yang lebih ramping.

Total liabilitas menyusut tajam 48,48 persen menjadi Rp2,88 triliun dari Rp5,59 triliun. Sebaliknya, total ekuitas naik 4,09 persen menjadi Rp24,15 triliun dari Rp23,2 triliun.

Sementara itu, kas dan setara kas turun 14,86 persen menjadi Rp2,755 triliun dari Rp3,236 triliun pada periode sebelumnya.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (20/2/2026) saham AALI tercatat menurun 0,98 persen turun 75 poin di level Rp7.575.