Tender Wajib Beres, Hengtong Kempit 89,66 Persen Saham Voksel (VOKS)

KERJA EKSTRA - Pegawai tengah bekerja ekstra menuntaskan tugas yang diemban dari perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Hengtong Optic-Electric International Co., Ltd terus mengoleksi saham Voksel Electric (VOKS). Itu ditunjukkan dengan menyerap 690.038.075 helai alias 690,03 juta eksemplar. Pembelian telah patenkan pada 15 Maret 2024.
Harga pelaksanaan terjadi di level Rp226 per lembar. Nah, dengan skema harga tersebut, Hengtong Optic dipaksa merogoh kocek senilai Rp155,94 miliar. ”Transaksi untuk mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 9 tahun 2018 soal pengambilalihan perusahaan terbuka,” tulis Cui Wei, Direktur Hengtong Optic.
Menyusul penuntasan mandatory tender offer itu, timbunan saham Hengtong Optic makin menggurita. Tepatnya, menjadi 3,72 miliar eksemplar setara dengan 89,66 persen. Melejit 16,61 persen dari sebelum transaksi hanya 3,03 miliar lembar selevel dengan 73,05 persen.
Sebelumnya, Hengtong Optic menggelar penawaran tender wajib saham publik Voksel Electric dengan harga Rp226 per lembar. Hengtong menggelar tender offer pada 6 Februari 2024 hingga 6 Maret 2024. Jumlah saham akan dibeli oleh perusahaan berdasar hukum negara Hong Kong itu, sebanyak 1,11 miliar lembar dari seluruh jumlah saham beredar 3,03 miliar helai.
Alasan pengendali baru melakukan pengambilalihan saham mayoritas Voksel sebagai investasi, dan memberi nilai tambah, karena Voksel merupakan salah satu perusahaan berkembang bidang industri, pemasaran jasa kelistrikan, dan telekomunikasi.
Sekadar informasi, Hengtong Optic telah membeli sebanyak 1,78 miliar saham Voksel Electric pada 22 Desember 2023. Dengan demikian Hengtong resmi menguasai 42,97 persen dari seluruh jumlah modal ditempatkan, dan disetor Voksel. (*)
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar