EmitenNews.com - Hingga pertengahan tahun 2025, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) mencatat penjualan neto Rp179,10 miliar. Terjadi penurunan penjualan bersih hingga 30 Juni lalu itu, dari penjualan neto Rp247,34 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan emiten Industri Sepeda dan Sepeda Motor Roda Dua dan Tiga itu, Jumat (29/8/2025) menyebutkan, beban pokok penjualan turun menjadi Rp129,39 miliar dari Rp188,78 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp49,71 miliar dari laba bruto Rp58,55 miliar.

Laba usaha turun menjadi Rp24,41 miliar dari laba usaha Rp28,62 miliar. Laba sebelum pajak tersisa Rp1,15 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp7,29 miliar.

Untuk laba periode berjalan menjadi Rp790,96 juta melemah dari laba periode berjalan Rp5,53 miliar tahun sebelumnya. Laba per saham dasar turun menjadi Rp0,12 dari Rp0,88 tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah liabilitas naik menjadi Rp678,70 miliar hingga periode 30 Juni 2025 dari jumlah liabilitas Rp600,00 miliar hingga periode 31 Desember 2024. 

Sedangkan jumlah aset sebesar Rp1,27 triliun hingga periode 30 Juni 2025 naik dari jumlah aset Rp1,22 triliun hingga periode 31 Desember 2024. 

Sebelumnya, PT Terang Dunia Internusa Tbk. (UNTD) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per 30 Juni 2025.

Dalam keterangannya Kamis (10/7/2025), Direktur UNTD Andrew Mulyadi menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh IPO efektif pada 7 Februari 2024 sebesar Rp400 miliar.

Dengan biaya sebesar Rp15,3 miliar, emiten industri sepeda, dan sepeda motor itu, mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp384,6 miliar.

UNTD merealisasikan dana IPO sebesar Rp211,22 miliar untuk modal kerja dan masih menyimpan sisa dana IPO sebesar Rp173,39 miliar di BCA dengan bunga 0,02 persen. ***