Terkikis 12 Persen, Laba Merck (MERK) Kuartal III-2023 Tersisa Rp130 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Merck (MERK) per 30 September 2023 membukukan laba Rp130,39 miliar. Melepuh 12 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp149,74 miliar. Dengan hasil tersebut, laba per saham dasar ikut anjlok ke posisi Rp291 dari periode sama tahun sebelumnya Rp334.
Koreksi laba itu menyusul pendapatan hanya Rp780,55 miliar, merosot 10 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp869,23 miliar. Beban pokok penjualan Rp465,21 miliar, mengalami penyusutan dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp543,67 miliar. Laba kotor terakumulasi Rp315,33 miliar, turun dari posisi sama tahun sebelumnya Rp325,55 miliar.
Beban penjualan Rp98,36 miliar, bengkak dari Rp92,78 miliar. Beban administrasi Rp48,24 miliar, susut dari Rp50,38 miliar. Rugi penjualan aset tetap nihil dari Rp1,03 miliar. Laba selisih kurs bersih Rp6,98 juta, melesat dari minus Rp4,51 miliar. Pendapatan lainnya Rp2,58 miliar, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun lalu Rp17,07 miliar.
Laba usaha Rp171,32 miliar, mengalami perosotan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp193,91 miliar. Pendapatan keuangan turun menjadi Rp830,18 juta dari edisi sama tahun lalu Rp1,26 miliar. Biaya keuangan Rp2,82 miliar, bengkak dari posisi sama tahun lalu Rp2,25 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp169,32 miliar, turun dari edisi sama tahun lalu Rp192,93 miliar.
Beban pajak penghasilan Rp38,93 miliar, susut dari posisi sama tahun lalu Rp43,18 miliar. Total ekuitas tercatat Rp744,27 miliar, turun dari akhir 2022 senilai Rp757,24 miliar. Total liabilitas Rp183,46 miliar, turun dari akhir tahun lalu Rp280,4 miliar. Jumlah aset Rp927,74 miliar, mengalami koreksi dari akhir tahun lalu Rp1,03 triliun. (*)
Related News
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan
Merugi, Emiten Software (RUNS) Boncos 44,37 Persen Hingga Juni 2026
SMBC Indonesia (BTPN) dan BTN Tuntaskan Transaksi Alih Aset Pinjaman
Prospek Pasar Segmen Enterprise TLKM Diprediksi Naik 30 Persen
Siloam Hospitals Akuisisi Aset First REIT Rp6,9 Triliun, Ini Alasannya





