EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali gagal bangkit dan melanjutkan tren pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2026). IHSG ditutup turun 67,03 poin atau 0,94% ke level 7.097,06, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 7.070 hingga 7.154. Aktivitas transaksi terbilang moderat dengan volume mencapai 19,8 miliar saham, namun nilai transaksi relatif tipis di Rp11,77 triliun dengan frekuensi 1,39 juta kali.

Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas sektor yang berada di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi penekan terbesar dengan koreksi 1,29%, diikuti sektor perindustrian yang turun 1,27% serta sektor teknologi yang melemah 0,97%.

Di tengah tekanan tersebut, hanya beberapa sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor energi naik 0,35%, kesehatan menguat 0,12%, dan barang konsumen primer naik tipis 0,01%. Namun, penguatan ini belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari sektor lainnya.

Secara keseluruhan, pasar didominasi oleh saham yang melemah dengan 379 saham turun, 274 saham menguat, dan 167 saham stagnan.

Pada jajaran top gainers, ADES melonjak Rp1.625 ke Rp16.925 per saham. Disusul SOHO yang naik Rp405 ke Rp2.030 serta STTP yang menguat Rp225 ke Rp10.050 per saham.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham-saham unggulan. ITMG turun Rp675 ke Rp28.825, kemudian DSSA melemah Rp475 ke Rp62.725, serta FISH terkoreksi Rp260 ke Rp2.380 per saham.

Adapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BBCA dengan nilai transaksi mencapai Rp1,9 triliun. Disusul DEWA senilai Rp509 miliar dan BBRI sebesar Rp712 miliar.