Terpental dari FTSE, Saham DAAZ Sempat Melejit 5,59 Persen
:
0
Aktivitas bongkar muat pelabuhan khusus batu bara perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Daaz Bara Lestari (DAAZ) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp83,95 miliar. Melorot 13,36 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp96,9 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham ikut menyusut menjadi Rp42 dari periode sebelumnya Rp49.
Pendapatan Rp3,55 triliun, melonjak 15,63 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,07 triliun. Beban pokok pendapatan Rp3,34 triliun, bengkak 18 persen dari fase sama tahun lalu sebesar Rp2,83 triliun. Laba kotor terkumpul Rp212,32 miliar, mengalami penyusutan 11,87 persen dari episode sama tahun lalu Rp240,94 miliar.
Beban Bengkak
Beban usaha Rp53,88 miliar, bengkak dari Rp35,34 miliar. Beban keuangan Rp54,16 miliar, bertambah dari Rp40,13 miliar. Beban pajak final Rp4,58 miliar, berkurang dari Rp4,74 miliar. Penghasilan lain-lain Rp2,1 miliar, meroket dari minus Rp3,85 miliar. Penghasilan sebelum pajak Rp101,79 miliar, turun dari Rp156,86 miliar.
Laba bersih tahun berjalan Rp81,31 miliar, anjlok dari Rp132,81 miliar. Jumlah ekuitas Rp2,25 triliun, menanjak dari akhir 2025 senilai Rp2,2 triliun. Total liabilitas Rp4,29 triliun, membengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp4,14 triliun. Jumlah aset Rp6,55 triliun, melonjak dari akhir tahun lalu Rp6,34 triliun.
Ledakan Saham
Sepanjang perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 kemarin, saham DAAZ melejit 90 poin alias 5,59 persen menjadi Rp1.700 dari hari sebelumnya. Saham DAAZ sempat menyentuh level tertinggi Rp1.700, terendah Rp1.505, dengan pembukaan Rp1.570 per saham. Kalau dikalkulasi sejak awal tahun alias year to date beda cerita.
Sejak awal tahun 2026, saham DAAZ berkubang di zona merah. Itu setelah lonsgor 770 poin alias 31,17 persen dari episode 2 Januari 2026 di level Rp2.470 per lembar. Nah, dalam tempo 52 minggu terakhir, saham DAAZ sempat menyundul level tertinggi di kisaran Rp5.050 per lembar.
Lalu, pernah menyentuh level terendah di posisi Rp1.505 per eksemplar. DAAZ dibekingi dengan kapitalisasi pasar senilai Rp3,39 triliun dengan prie to earning ratio 12,87 kali. Di sisi lain, per akhir April 2026, saham beredar alias free float DAAZ hanya 7,16 persen atau 143 juta lembar. DAAZ tidak sendirian dengan free float minim melainkan bersama dengan ratusan emiten lain.
Free Float Mini
Related News
Hapsoro Masuk Harga Diskon, Saham RAJA Menggeliat, Kebut Stock SplitĀ
SPMA Izin Bagi Dividen Saham Rp492,03 Miliar, Rasio 100:30
Awal Positif, MRAT Raup Laba Melambung 319,67 Persen Kuartal I
Pendapatan Ngegas, TAXI Pangkas Rugi Besar-Besaran di Awal 2026
Tiket Konser Westlife Di GBK Sold Out! IRSX Catat Babak Baru Ekspansi
Gema Grahasarana (GEMA) Tebar Dividen Rp3,2 Miliar, Cum Date 2 Juni





