Terpuruk Lagi, Rupiah Selasa Sore Tembus Level Rp17.800 per Dolar AS
:
0
Nilai tukar rupiah Selasa (26/5) sore ini kembali melemah menembus level psikologis Rp 17.800 per dolar AS.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah Selasa (26/5) sore ini kembali melemah menembus level psikologis Rp 17.800 per dolar AS. Anjloknya kembali nilai tukar rupiah memperpanjang pelemahan untuk sesi keempat dan mendekati rekor terendahnya di Rp 17.830.
Berdasarkan data grafik pergerakan nilai tukar mata uang (USD/IDR) Google per 26 Mei 2026 pukul 17:42, nilai 1 dolar AS saat ini berada di level Rp17.852,50. Rupiah melemah dibanding hari sebelumnya Rp17.779,10.
Tekanan tersebut berasal dari penguatan luas indeks dolar di tengah meningkatnya risiko inflasi yang terkait dengan ketidakpastian Timur Tengah.
Di dalam negeri, kekhawatiran atas neraca eksternal Indonesia semakin dalam setelah defisit transaksi berjalan kuartal pertama mencapai angka terbesar dalam lebih dari enam tahun. Pasar juga bersiap untuk data penting yang akan dirilis minggu depan, termasuk inflasi Mei dan perdagangan April.
Meskipun inflasi April tetap rendah, risiko tekanan harga yang kembali meningkat telah muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Sementara itu, surplus perdagangan Maret didorong oleh impor yang lebih lemah daripada kekuatan ekspor, yang menggambarkan kerapuhan.
Para pedagang menilai aturan baru yang mengharuskan devisa hasil ekspor (DHA) tetap berada dalam sistem keuangan domestik, sebuah langkah yang dilihat sebagai upaya untuk mendongak rupiah.
Sepanjang tahun ini rupiah telah terdepresiasi sekitar 6,4% yang menjadikan mata uang Garuda termasuk di antara mata uang dengan kinerja terburuk di Asia bersama dengan rupee India dan peso Filipina.(*)
Related News
DSI Jadi Eksportir Tunggal, GAPKI Ungkap Industri Sawit Terkaget-kaget
Klarifikasi Terkait Belvin Tannadi, Ini Jawaban Inti Fikasa ke BEI
Bank Sentral Rusia Kuras Cadangan Emas Terbesar Demi Tutup Defisit
Emas Antam Ikuti Tren Penurunan Harga
Kok Bisa Airlangga Menilai Depresiasi Rupiah Saat ini Masih Lebih Baik
Pasar Fokus ke Kesepakatan AS-Iran, Harga Minyak Tahan Penurunan





