EmitenNews.com - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan meninjau kembali anggaran belanja modal atau capex di tahun 2026. Mulanya KLBF mengalokasikan capex sebesar Rp1 triliun untuk tahun 2026, baik untuk kebutuhan sektor Pharmaceuticals maupun lainnya.

Director of Finance & Accounting KLBF, Kartika Setiabudy menerangkan bahwa sepanjang tahun 2026, perseroan tengah melakukan tinjauan ulang terhadap proyek yang dijalankan. 

Pengaruh kondisi geopolitik turut berpengaruh terhadap global supply chain atas beberapa bahan baku yang dibutuhkan perseroan. 

“Sehingga ini menjadi fokus utama kami bagaimana tahun ini secara modal kerja itu memang merupakan prioritas utama. Untuk capex tentunya kita akan review kembali,” kata Kartika.

Kinerja Semester I 2026

Sepanjang semester I 2026, KLBF menutup dengan mengemas penjualan neto Rp19,47 triiun, meningkat 14,06% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,07 triliun.

Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan ikut naik 20,75% dari Rp10,07 triliun menjadi Rp12,16 triliun di semester pertama tahun 2026. Di samping itu, beban penjualan serta beban umum dan administrasi hingga beban operasi lainnya turut meningkat.

Alhasil, laba sebelum pajak tercatat turun 3,07% dari Rp2,61 triliun menjadi Rp2,53 triliun di paruh pertama tahun 2026. Setelah dihitung dengan beban pajak penghasilan, laba periode berjalan yang dibukukan turun tipis 2,48% menjadi Rp1,97 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp2,02 triliun.

Begitu pun dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun tipis 3,05% menjadi Rp1,91 triliun dari tahun lalu mencapai Rp1,97 triliun.

Adapun dari sisi neraca, total aset KLBF tercatat sebesar Rp33,07 triliun naik 7,75% dari Rp30,69 triliun. Liabilitas naik 22,45% dari Rp5,97 triliun jadi Rp7,31 triliun, dan ekuitas meningkat dari Rp24,72 triliun jadi Rp25,76 triliun.