Terseret Wall Street, IHSG Kembali Tersungkur
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahan. Itu dipicu koreksi harga saham emiten sektor teknologi seiring harapan investor terhadap potensi pembukaan selat Hormuz memudar. Kondisi itu, makin memperkecil peluang kesepakatan permanen antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik.
Beberapa saham sektor teknologi mengalami koreksi antara lain Alphabet 3,84 persen, AppLovin 5,99 persen, Apple 1,09 persen, dan Nvidia 0,02 persen. Sementara itu, menyusul ketidakpastian Timur Tengah berlanjut, harga minyak mentah kembali naik. Minyak jenis WTI melejit 1,3 persen menjadi USD83,20 per barel.
Lalu, jenis Brent surplus 1,4 persen menjadi USD88,91 per barel. Selanjutnya, investor akan mencermati data inflasi Juli 2026 rilis pada Rabu usai data ketenagakerjaan lemah, sebagai indikator arah kebijakan moneter pada pertemuan September 2026 mendatang.
Perosotan Wall Street, aksi jual masif investor asing, dan koreksi harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah, crude palm oil (CPO), batu bara, dan penguatan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.200-6.130, dan resistance 6.335-6.405. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham Kalbe (KLBF), Medco (MEDC), Adaro (AADI), Indosat (ISAT), Siloam (SILO), dan Merdeka Gold (EMAS). (*)
Related News
Pengguna Gemini Tembus 1 Miliar, tapi Saham Turun Karena Belanja AI
BPK Audit Negara Pakai AI, Anomali APBD Cepat Terdeteksi
Tertekan, IHSG Jelajahi Level 6.180
IHSG Hari Ini (12/8), Simak Analisis Saham-Saham Berikut!
Proyeksi IHSG Jelang Pengumuman MSCI
Toyota Incar Pasar Meksiko, Indonesia Tetap Jadi Supply Hub





