Tertekan, IHSG Jelajahi Level 6.180
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,53 persen menjadi 6.267. Rupiah juga ditutup susut 0,59 persen pada level Rp17.861 per dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan USD.
Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram positif MACD diserta Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. IHSG ditutup di bawah level MA10, namun masih bertahan di atas MA20. Diperkirakan IHSG akan menguji level support 6.180-6.200.
Dari domestik, data penjualan ritel Indonesia turun 3 persen YoY edisi Juni 2026, setelah turun 3,9 persen YoY periode Mei 2026. Penurunan mulai melambat itu, mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya.
Secara bulanan penjualan ritel melejit 0,7 persen MoM, kenaikan pertama tiga bulan terakhir. Masyarakat menengah atas diramal masih menjadi penopang penjualan ritel. Penjualan mobil nasional naik 33,3 persen YoY mencapai level tertinggi lima bulan terakhir pada level 81.115 unit periode Juli 2026, naik 32,9 persen YoY dari Juni 2026.
Peningkatan laju penjualan itu, juga dikontribusikan oleh adanya penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sehingga penjualan mobil tumbuh 18,3 persen YoY menjadi 437.5 ribu unit pada periode Januari-Juli 2026. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham MEDC, TKIM, ULTJ, CUAN, dan BUKA sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Pengguna Gemini Tembus 1 Miliar, tapi Saham Turun Karena Belanja AI
Terseret Wall Street, IHSG Kembali Tersungkur
BPK Audit Negara Pakai AI, Anomali APBD Cepat Terdeteksi
IHSG Hari Ini (12/8), Simak Analisis Saham-Saham Berikut!
Proyeksi IHSG Jelang Pengumuman MSCI
Toyota Incar Pasar Meksiko, Indonesia Tetap Jadi Supply Hub





