EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Rabu malam atau Kamis (22/10/2026) pagi WIB setelah para investor mencermati laporan pendapatan keuangan terbaru dari dua raksasa teknologi, Tesla dan Meta Platforms, sebagaimana dilaporkan Trading Economics. Pelemahan ini juga menandai meredanya momentum reli sektor teknologi yang sebelumnya sempat terdorong oleh optimisme terhadap kecerdasan buatan.

Berdasarkan data perdagangan, kontrak berjangka Nasdaq 100 dan S&P 500 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,6 persen dan 0,4 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Dow Jones turut terkoreksi sebesar 0,3 persen menyusul dinamika laporan keuangan emiten besar.

Dalam perdagangan setelah jam kerja, saham Tesla tercatat turun lebih dari 3 persen meskipun perusahaan berhasil melampaui ekspektasi pendapatan dan laba. Sebaliknya, saham Meta Platforms justru menguat lebih dari 2 persen setelah membukukan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui perkiraan serta merilis proyeksi positif untuk kuartal berjalan.

Sebelumnya pada sesi reguler hari Rabu (21/10/2026), indeks Nasdaq Composite sempat mencatat kenaikan 1,05 persen yang ditopang oleh kinerja positif dari SpaceX dan Super Micro Computer. Hasil tersebut sempat memperbarui kepercayaan pasar terhadap tingginya permintaan di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Kini, para pelaku pasar di Wall Street mengalihkan fokus perhatian mereka ke sejumlah rilis laporan pendapatan emiten penting lainnya yang dijadwalkan terbit pada hari Kamis ini, termasuk laporan dari Procter & Gamble (P&G), Western Digital, serta Lockheed Martin.

Fluktuasi kontrak berjangka di bursa AS ini berpotensi memberikan sentimen penahan bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan. Dinamika saham teknologi global dan respons investor terhadap laporan keuangan emiten besar kerap menjadi acuan penting bagi pergerakan aliran modal asing di pasar modal domestik.(*)