EmitenNews.com - Ada yang menarik dari laporan bulanan registrasi efek PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI per 31 Desember 2025. Ternyata, dari 13 direksi BNI, tiga di antaranya tercatat tidak memiliki saham BBNI.

Data yang tertuang dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1) itu mengungkapkan, tiga direksi yang dimaksud adalah Alexandra Askandar, Abu Santosa, dan Munadi Herlambang.

Dalam jajaran direksi BNI, Alexandra tercatat merupakan Wakil Direktur Utama. Wanita berusia 53 tahun itu ditunjuk mengisi jabatannya sejak RUPST BNI pada 26 Maret 2025.

Kemudian, Abu Santosa merupakan Direktur Treasury & International Banking BNI yang juga berbarengan menempati posisi itu dengan penunjukkan Alexandra setelah sebelumnya juga lama bekerja di Bank Mandiri.

Sementara itu, Munadi Herlambang adalah Direktur Human Capital & Compliance BNI yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Institutional Banking BNI sejak meninggalkan Jasa Raharja dengan posisi terakhir sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan.

Sebagai tambahan informasi, selain tiga nama di atas, jajaran komisaris BNI juga tercatat tidak memiliki saham BBNI. Adapun saat laporan registrasi efek tersebut, PT Danantara menjadi pemegang saham utama BNI dengan kepemilikan sebanyak 22,4 miliar saham atau setara dengan 60% saham BBNI. (*)