Tingkatkan Stabilitas Rupiah, BI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal dengan Negara Lain
:
0
Bank Indonesia. dok. Akurat.co.
EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) mendorong penggunaan mata uang lokal. BI akan mengembangkan program transaksi local currency settlement (LCS), atau transaksi menggunakan mata uang lokal. Rencananya BI akan menambah kerja sama LCS dengan negara lainnya, di antaranya India, dan Korea Selatan, setelah sukses diterapkan dengan Malaysia dan Thailand. Saat ini total transaksi LCS USD3,8 miliar pada 2022, naik dibandingkan 2021 sebesar USD2,5 miliar. BI berusaha meningkatkan sisi stabilitas rupiah dan akan menjadi trigger transaksi perdagangan.
"BI berencana memperluas kerja sama dengan Korea Selatan dan India dalam waktu dekat. Kita juga akan memperluas, jika sekarang hanya perdagangan nanti ada investasi bahkan pasar uang," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo .
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (20/1/2023), Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, LCS ini akan diperkuat tak cuma dengan negara yang telah bekerja sama. BI akan mengajak negara lain untuk bertransaksi menggunakan mata uang lokal dalam aktivitas perdagangan dan investasi antar negara.
"Ke depan penguatan LCS ini dilakukan tidak hanya dengan negara eksisting. Tapi juga ke negara lain. Progresnya LCS sudah 3-4% terhadap total transaksi perdagangan di masing-masing negara," kata Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers di Gedung BI, Kamis, 19 Januari 2023.
Dody mengatakan, ini adalah cara untuk meningkatkan dari sisi stabilitas dan akan menjadi trigger transaksi perdagangan.
Related News
Damai AS-Iran, Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan Senin Sore
Menukik Tajam, BEI Cap UMA Saham FLMC
Melejit 169,29 Persen, BEI Suspensi Saham FORU
IUP Tak Cukup, ESDM Perketat Syarat Kegiatan Pertambangan
88 Emiten Telat Lapkeu 2025, BEI Tegas Kasih SP3 dan Denda Rp150 Juta
Pegadaian-KSEI Buka Jalur Baru Investasi Emas Nasional via Bursa ETF





