EmitenNews.com - PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) memperoleh fasilitas pinjaman baru senilai total hingga SGD385 juta atau setara sekitar Rp4,9 triliun dengan asumsi kurs Rp12.800 per dolar Singapura. Fasilitas ini merupakan hasil amandemen dan restatement atas perjanjian pembiayaan senior yang ditandatangani 24 Juni 2026.

Dalam prospektusnya yang terbit Jumat (26/6/2026) dikatakan bahwa fasilitas terdiri atas term loan maksimal SGD345 juta dan revolving loan hingga SGD40 juta.

Pendanaan disalurkan oleh sindikasi bank yang terdiri dari Bangkok Bank, Bank of China Singapore Branch, DBS Bank, Sun Commercial Bank Singapore Branch, Malayan Banking Berhad Singapore Branch, RHB Bank Singapore, Societe Generale Singapore Branch, Taishin International Bank Singapore Branch, serta Natixis Singapore Branch sebagai pemberi pinjaman baru.

DBS Bank Ltd. bertindak sebagai coordinating bank, mandated lead arranger and bookrunner, agent, sekaligus common security agent. Melalui amandemen ini, dua entitas baru ditambahkan sebagai penerima fasilitas, yakni SBT Invest Pte. Ltd. dan Taonga Holdings Pte. Ltd., bersama Cora Environment Group Pte. Ltd. yang sudah lebih dulu menjadi debitur.

Ketiga entitas tersebut merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung 100% oleh TOBA. Dana pinjaman akan digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman SBT Invest dan Taonga yang sudah ada, sekaligus membiayai modal kerja dan belanja modal atau capital expenditure SBT Invest beserta anak usahanya. SBT Invest juga direncanakan menandatangani perjanjian lindung nilai atau hedging agreement untuk mengelola risiko perubahan suku bunga.

Sebagai bagian dari transaksi, sejumlah anak usaha TOBA memberikan jaminan berupa debenture, mortgage, account charge, serta jaminan saham dan pinjaman pemegang saham. Jaminan diberikan oleh CEG, CE, CES, AMES, SBT Invest, SBT 1, SBT 2, PT Solusi Bersih TBS, dan Taonga.

Corporate Secretary TOBA, Pingkan Ratna Melati dalam keterangannya dikutip Senin (29/6/2026) menyatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi mengoptimalkan struktur pembiayaan grup.

Perseroan berharap skema baru dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan, memperpanjang tenor pembiayaan, dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan kewajiban keuangan untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan.