Transformasi jadi Bank Modern, Berdampak Positif pada Produktivitas dan Efisiensi BTN
:
0
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu. dok. ist.
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah bertransformasi menjadi bank modern dan kekinian mengikuti pesatnya perkembangan era digital. Dalam proses transformasinya tersebut, BTN menerapkan 6 inisiatif strategis yang bersifat fundamental untuk pengembangan bisnis BTN ke depan. Semuanya menunjukkan dampak positif pada produktivitas, dan efisiensi BTN.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (21/8/2023), Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, enam inisiatif strategis tersebut meliputi, sentralisasi proses kredit konsumer dan komersial, sentralisasi proses operasional ke wilayah dan kantor pusat, optimalisasi kantor cabang pembantu (KCP) yang tidak produktif. Lainnya, implementasi sales center yang fokus pada penjualan KPR emerging affluent, implementasi KCP UMKM serta implementasi pengembangan BTN Mobile dan Digital Mortgage Ecosystem.
Salah satu transformasi terbesar yang sukses dijalankan Bank BTN adalah mengubah fungsi kantor cabang menjadi lebih fokus kepada bisnis daripada kegiatan operasional.
Bank BTN juga melakukan substitusi layanan ke digital channel dengan menutup outlet dan KCP yang dinilai tidak produktif. Sejak 2019 BTN menutup 157 outlet dan KCP tidak produktif, dari semula berjumlah 769 jumlah outlet dan KCP menjadi hanya 612 outlet dan KCP.
"Branch transformation telah kami implementasikan sejak April 2022 dan telah menunjukkan hasil maksimal pada produktivitas dan efisiensi Bank BTN," kata Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu, dalam acara FGD yang diselenggarakan Forum Wartawan, di Malang, Jawa Timur, Sabtu 19 Agustus 2023.
Related News
TAPG Tebar Dividen Interim Rp1,19T, Investor Kantongi Rp60 per Saham
Pendapatan REAL Melonjak 211 Persen Q2 2026, Sinyal Pemulihan Bisnis?
Tender Wajib MAPI Rampung, Porsi Publik Anjlok, Harga Sahamnya Terbang
Emiten Produsen Indomie (ICBP) Kemas Penjualan Jumbo, Tapi Laba Susut
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Bayar Utang, Ekspansi, Akuisisi
Laba MORA Terkerek 82,8 Persen di Paruh I-2026, Aset Tembus Rp43,13T





