EmitenNews.com - Di tengah tekanan industri semen yang melambat sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memilih mengubah arah strategi. Hasilnya mulai tercermin pada pemulihan kinerja secara bertahap, bahkan menunjukkan momentum kuat di akhir tahun.

Direktur Utama SMGR atau Semen Indonesia Group (SIG), Indrieffouny Indra, menyebut transformasi yang dijalankan sejak Juli 2025 menjadi kunci perbaikan kinerja Perseroan.

”Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” ujarnya.

Seperti diketahui, permintaan semen domestik pada 2025 terkontraksi sekitar 1,5% yoy. Kondisi ini sempat menekan penjualan SIG di pasar dalam negeri. Namun, Perseroan mampu beradaptasi dan menutup tahun dengan total volume penjualan mencapai 37,93 juta ton.

Sinyal pemulihan paling terlihat di kuartal IV 2025. Pada periode ini, volume penjualan mencapai 10,47 juta ton dan mendorong pertumbuhan tahunan sebesar 1,1% yoy. Strategi menyasar pasar dengan marjin tinggi terbukti efektif menopang kinerja.

Bahkan, segmen semen kantong SIG melesat 5,7% yoy pada kuartal IV—jauh melampaui pertumbuhan pasar yang hanya sekitar 2% yoy. Ini menandakan strategi yang dijalankan mulai tepat sasaran.

Di tengah lesunya pasar domestik, ekspor menjadi penopang penting. Volume ekspor SIG tumbuh signifikan 14,9% yoy hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton, membantu menjaga keseimbangan kinerja Perseroan.

Tren positif tersebut berlanjut ke awal 2026. Dalam dua bulan pertama, SIG mencatatkan pertumbuhan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan lonjakan signifikan pada segmen semen kantong yang naik 14,6%.

Menurut Indrieffouny, capaian ini menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan transformasi ke depan—mulai dari penguatan model bisnis inti, efisiensi biaya, hingga pengembangan produk turunan dan solusi bangunan.

”Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” pungkasnya.

Harga saham SMGR ditutup turun 10 poin atau 0,4% di akhir perdagangan Jumat lalu. Dalam sebulan terakhir, harganya mencatat penurunan 130 poin atau 4,98% , lebih rendah dibanding periode year to date yang melemah 180 poin atau 6,77% ytd.