Transisi Energi Butuh Kolaborasi Pemangku Kepentingan
:
0
Forum Sinergi Direktorat Jenderal ILMATE 2024 di Semarang, Kamis (22/2/2024). dok. Kemenperin
EmitenNews.com -Pemerintah mendorong industri manufaktur. Kementerian Perindustrian proaktif mendorong industri manufaktur untuk mendukung penumbuhan dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ini upaya memitigasi perubahan iklim global, serta untuk memenuhi kebutuhan energi dan alternatif pengganti energi fosil dan batu bara. Bagaimanapun transisi energi membutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan.
Siaran pers Kemenperin, Kamis (22/2/2024), menyebutkan, upaya transisi energi ini membutuhkan kolaborasi di antara pemangku kepentingan. Tujuannya, memberikan dampak positif yang signifikan dan mengakselerasi tujuan strategis tersebut.
"Ini memerlukan kolaborasi yang baik, maka kita selenggarakan forum sinergi ini. Bagi pelaku industri, renewable energy bukan dipandang sebagai cost, tetapi menjadi sebuah investasi ke depan, untuk masuk ke pasar-pasar luar negeri," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier pada Forum Sinergi Direktorat Jenderal ILMATE Tahun 2024 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
Perlu kebijakan konkret secara ofensif untuk mengurangi penggunaan sumber energi konvensional dan menggeser perilaku masyarakat kepada sumber EBT.
"Jadi, tidak defensive lagi. Kita perlu mengenalkan berbagai produk-produk industrinya, termasuk ke kancah internasional," tuturnya.
Related News
Industri Pusat Data Batam Tumbuh 22 Persen, Lampaui Nasional
Purbaya Isyaratkan Rilis Panda Bond Lagi Tahun Ini, Ayo Cek Peluangnya
Tarif Baru 10 Persen dari AS, Indonesia Masuk Kelompok 17 Negara
Cara Trader Lacak Aliran Dana Bandar di Balik Pergerakan Saham
Danantara Segera Melebur 4 MI BUMN Skala AUM Rp170T, Bulan Depan!
Konflik Iran Tekan Bursa Asia, Saham Samsung dan SK hynix Anjlok





