Trisula Textile (BELL) Bukukan Penjualan Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2022
EmitenNews.com - PT Trisula Textile Industries Tbk (.BELL.), emiten penyedia kain, seragam, dan produk fashion berkualitas, hingga kuartal I-2022 mengalami penurunan penjualan sebesar 13,8% YoY. Namun pendapatan sebesar Rp24,3 miliar atau naik sebesar 38,8% bila dibandingkan dengan Kuartal I-2021. BELL optimis kinerja segmen ritel ini akan terus membaik sampai dengan H1-2022, terutama dengan adanya momentum Hari Raya di Kuartal II-2022.
Heru Jatmiko Harrianto Direktur BELL mengatakan, penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan segmen seragam yang cukup signifikan pada Kuartal I-2022, dimana segmen ini masih terdampak dari penundaan proyek pengadaan seragam akibat pandemi covid-19.
Ditambahkan, tahun ini BELL akan melakukan ekspansi di tahun ini dengan menambah sekitar 10 titik penjualan ritelnya dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus. Penambahan titik penjualan untuk dapat meningkatkan omzet dan memperluas jaringan pasar ritel BELL pada tahun 2022 ini.
"10 titik penjualan ritel yang dapat memberikan kontribusi penambahan omzet sekitar Rp10 miliar pada tahun 2022 dan berharap dapat meningkatkan pangsa pasar (market share) untuk brand JOBB dan Jack Nicklaus, " jelasnya.
Ekspansi tersebut tentunya didukung oleh produk-produk hasil integrasi dan kolaborasi antara Perseroan sebagai produsen kain dengan perusahaan afiliasi dalam naungan TRIS Group, dalam memproduksi, mulai dari kain, garmen, hingga produk jadi.
BELL optimis kinerja segmen seragam akan meningkat pada H2-2022, dimana budget pengadaan seragam sektor swasta maupun pemerintahan diprediksi baru akan direalisasikan.
Proyeksi peningkatan permintaan seragam tentunya sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan global, serta pelonggaran pembatasan sosial yang semakin terasa dengan meningkatnya bisnis penerbangan, pariwisata, perhotelan, restoran dan sektor lifestyle lainnya.
"Ke depan BELL optimis mampu memberikan kinerja yang positif melalui ekspansi dan efisiensi yang dilakukan dan ditambah dengan kondisi perindustrian dan ekonomi global yang semakin membaik," tutup Heru Jatmiko Harrianto.
Related News
Mitra Tirta Buwana (SOUL) Optimistis Bidik Pertumbuhan Agresif di 2026
PYFA Caatat Penjualan 2025 Senilai Rp2,76 Triliun
Sepanjang 2025, Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp12,52 Triliun
Rights Issue BAJA Disetujui, Mayoritas Dana untuk Lunasi Utang
Perluas Bisnis, BUAH Bidik Perdagangan Daging Ayam Olahan
Saham BSA Logistics Resmi Kantongi Status Efek Syariah





