Trump Buka Pintu Pabrik China, Saham Hyundai-Kia Anjlok
:
0
Harga saham pabrikan otomotif Korea Selatan, termasuk Hyundai Motor dan Kia, melesat turun pada perdagangan awal 14 September 2026.(Foto: Hyundai Motor)
EmitenNews.com - Harga saham pabrikan otomotif Korea Selatan, termasuk Hyundai Motor dan Kia, melesat turun pada perdagangan awal, Senin, 14 September 2026. Penurunan ini terjadi di tengah anjloknya bursa saham Korsel serta kekhawatiran atas meningkatnya persaingan pasar di Amerika Serikat (AS).
Pelemahan saham otomotif tersebut terpicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan peluang bagi produsen mobil asal China untuk membangun kendaraan di wilayah AS.
Berdasarkan data Bursa Efek Korea yang dikutip dari Seoul Economic Daily, saham Hyundai Motor diperdagangkan pada harga 367.000 won pada pukul 09.42, merosot 4,05 persen atau turun 15.500 won dari sesi sebelumnya. Sementara itu, saham Kia melemah 3,08 persen ke level 122.700 won.
Penurunan juga melanda anak perusahaan Hyundai Motor Group lainnya. Saham Hyundai Mobis terperosok 4,81 persen ke level 395.500 won, Hyundai AutoEver turun 4,87 persen menjadi 371.000 won, Hyundai Glovis terkoreksi 3,12 persen, Hyundai Steel turun 1,93 persen, dan Hyundai Rotem melemah 1,21 persen.
Tekanan terhadap sektor otomotif ini dipicu oleh wawancara Trump bersama Fox News pada 11 September 2026.
"China dapat membuka pabrik di Amerika Serikat dan membangun mobil di sana jika mereka mau," kata Donald Trump dalam wawancara tersebut.
Trump menegaskan bahwa pertimbangan terpenting adalah penyerapan tenaga kerja warga Amerika, seraya mencontohkan rekam jejak investasi pabrikan otomotif Jepang di masa lalu. Namun, ia menolak skema di mana perusahaan China mendirikan basis produksi di Meksiko untuk mengekspor mobil jadi ke AS.
Pernyataan ini mengemuka menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-China pada 24 September 2026. Saat ini, kendaraan buatan China terhalang masuk ke pasar AS oleh tarif hingga 127 persen serta regulasi mobil terhubung dari Departemen Perdagangan AS.
Potensi masuknya pabrikan China ke AS dapat meningkatkan persaingan harga dan teknologi kendaraan listrik di pasar global. Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi perhatian penting mengingat Hyundai memiliki basis produksi besar di dalam negeri serta ekspansi kendaraan listrik China yang kian masif di pasar otomotif nasional.(*)
Related News
Mengekor Wall Street, IHSG Rebound
Menteri PKP Apresiasi Peran BTN, ini Sebabnya
IHSG Sideways, Borong Saham ANTM, EMAS, ASII, dan ISAT
Waspada Suku Bunga, Begini Potensi Arah IHSG
Pantau Saham Berikut! Pilihan BRIDS dan MNC Hari Ini
Hidup Sehat, Generali Indonesia Lindungi 3 Ribu Pelari Tangerang 10K





