Waspada Suku Bunga, Begini Potensi Arah IHSG
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan 7-11 September 2026 di level 6.541,37 atau turun 1,43 persen secara mingguan. Koreksi terjadi setelah IHSG sebelumnya berhasil mendekati area resistance 6.705, sehingga tekanan pekan lalu dapat dilihat sebagai kombinasi profit taking, dan peningkatan ketidakpastian global. Kenaikan harga minyak, dan perhatian tinggi terhadap arah kebijakan moneter global menjadi katalis yang membuat investor cenderung lebih defensif.
Ada sejumlah sentimen global memengaruhi arah IHSG pekan lalu. Di mana, dinamika sentimen global diwarnai eskalasi risiko pasokan energi, dan respons geopolitik blok ekonomi berkembang. OPEC+ memutuskan untuk menahan kenaikan produksi minyak pada Oktober 2026 di tengah gangguan pasokan signifikan Selat Hormuz, dan Selat Bab el-Mandeb, yang melengkapi penurunan produksi 11 anggota OPEC hingga 19,71 juta bpd (barrels per day) pada Agustus akibat ketegangan kawasan.
Saat bersamaan, KTT BRICS 2026 menghasilkan New Delhi Declaration yang menyerukan perlindungan jalur energi global, penolakan sanksi sepihak, dedolarisasi pragmatis melalui transaksi mata uang lokal, penguatan supply chain, hingga memicu perbaikan hubungan ekonomi antara India dan China. Di sisi lain, tekanan inflasi makro ekonomi global terus memanas di dua kekuatan utama dunia.
Di Amerika Serikat, lonjakan sektor energi, terutama kenaikan solar 24,1 persen mom, dan bensin mendorong kenaikan PPI ke 5,4 persen (yoy), dan CPI bulanan ke 0,4 persen (mom), sehingga melambungkan ekspektasi pasar hingga 82–90 persen kalau The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertengahan September 2026. Ekonomi China menghadapi tekanan sisi hulu setelah PPI melonjak ke 3,8 persen (yoy) selama enam bulan beruntun, berdampingan dengan penguatan CPI konsumen di level 0,8 persen (yoy).
Sementera itu dari domestik, ada sentimen Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Agustus 2026 mulai menunjukkan pemulihan awal (early recovery) dengan naik 1,7 poin ke level 118,5, ditopang penguatan porsi belanja konsumsi masyarakat (dari 72,7 persen menjadi 74,2 persen), dan peningkatan minat pembelian barang tahan lama (durable goods).
“Perbaikan keyakinan itu, terutama didorong perosotan porsi simpanan tabungan konsumen (turun dari 16,8 persen menjadi 15,8 persen) alih-alih kenaikan pendapatan riil, dan pemulihannya masih belum merata karena kenaikan IKK hanya terjadi di 6 dari 18 kota yang disurvei Bank Indonesia,” tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi.
Kendati demikian, imbuhnya, konsumen tetap optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan, terbukti dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melonjak ke posisi 127,6, jauh melampaui Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang berada di level 109,4.
Proyeksi dan Rekomendasi Pekan ini
Memasuki pekan 14-18 September 2026 perhatian pasar global akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter dua bank sentral utama, yakni Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ). The Fed memiliki agenda utama dengan keputusan suku bunga akan diumumkan pada Kamis, 17 September 2026 pukul 01.00 WIB. Konsensus pasar saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps). Ekspektasi itu, makin menguat setelah data inflasi bulanan Amerika Serikat Agustus 2026 dari 0,1 persen pada juli, naik ke 0,4 persen, begitu juga dengan inflasi inti naik dari 0,2 persen ke 0,3 persen.
Perhatian kemudian berlanjut ke Bank of Japan (BoJ) dijadwal mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat, 18 September 2026. Konsensus juga memperkirakan BoJ menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1,25 persen, yang akan menjadi level tertinggi dalam sekitar 31 tahun. Ekspektasi kenaikan itu, didukung masih tingginya inflasi, pelemahan yen dan kenaikan harga energi.
Related News
Pantau Saham Berikut! Pilihan BRIDS dan MNC Hari Ini
Hidup Sehat, Generali Indonesia Lindungi 3 Ribu Pelari Tangerang 10K
IHSG Masuk Tren Bearish? Simak Dulu Proyeksi Berikut
Turun Target, IHSG Disebut Bakal Uji Level 6.600
Asing Net Sell Rp732,8M (11/9), Cek 7 Saham Paling Dibuang & Diborong
Pekan Merah, IHSG Melemah 1,43% dan Asing Berbalik Net Sell Rp3,3T





