Tumbuh 23 Persen, Laba tahun 2021 Duta Pertiwi (DUTI) Terakumulasi Jadi Rp659 Miliar
:
0
EmitenNews.com - PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), Entitas Anak PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan anggota kelompok properti Sinar Mas Land, sepanjang tahun 2021 berhasil membukukan Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp659,89 miliar. Angka tersebut setara pertumbuhan 23,64% jika disandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp533,73 miliar.
“Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja Pendapatan Usaha yang tumbuh 26,26%. Solidnya kinerja penjualan bersumber dari tingginya permintaan atas unit-unit properti yang kami pasarkan.” jelas Teky Mailoa, Direktur Utama DUTI.
Entitas Anak dari BSDE tersebut memiliki empat segmen pendapatan yakni Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title, Sewa, Hotel dan Lain-lain. Segmen Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title pada akhir tahun 2021 berhasil mendapatkan Rp1,60 triliun tumbuh 47,84% dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp1,08 triliun. Segmen ini berkontribusi terbesar terhadap total Pendapatan Usaha, yakni sebesar 73,63%. Segmen Sewa dengan perolehan Rp444,85 miliar menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua dengan porsi 20,43% terhadap total Pendapatan Usaha.
“Kami meyakini segmen penjualan residensial akan memberikan kontribusi positif di tahun-tahun mendatang. Baik rumah tapak maupun apartemen.” ungkap Teky.
Ditambahkan, saat ini DUTI memiliki landbank/ cadangan lahan yang belum dikembangkan seluas 1.280 ha lebih, yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya Pertumbuhan Laba Kotor tercatat 4,05% menjadi Rp1,35 triliun. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha yang secara nominal lebih besar ketimbang akun Beban Pokok Penjualan.
Related News
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan
Merugi, Emiten Software (RUNS) Boncos 44,37 Persen Hingga Juni 2026
SMBC Indonesia (BTPN) dan BTN Tuntaskan Transaksi Alih Aset Pinjaman
Prospek Pasar Segmen Enterprise TLKM Diprediksi Naik 30 Persen
Siloam Hospitals Akuisisi Aset First REIT Rp6,9 Triliun, Ini Alasannya





