EmitenNews.com - Indofood Sukses Makmur (INDF) mengakhir 2024 dengan koleksi laba bersih Rp8,64 triliun. Tumbuh tipis 6,14 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp8,14 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp984 dari sebelumnya hanya Rp928. 

Penjualan bersih Rp115,78 triliun, melesat 3,65 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp111,7 triliun. Beban pokok penjualan Rp75,64 triliun, berkurang tipis dari akhir tahun 2023 sebesar Rp75,65 triliun. Laba kotor tercatat Rp40,13 triliun, mengalami lompatan dari akhir tahun sebelumnya Rp36,05 triliun. 

Beban penjualan dan distribusi Rp12,25 triliun, bengkak dari Rp11,27 triliun. Beban umum dan administrasi Rp5,04 triliun, susut dari Rp5,09 triliun. Laba dari nilai wajar aset biologis Rp317,74 miliar, meroket dari Rp12,87 miliar. Penghasilan operasi lain Rp1,18 triliun, naik dari Rp1,02 triliun. 

Beban operasi lain Rp1,24 triliun, bengkak dari Rp1,05 triliun. Laba usaha Rp23,08 triliun, melonjak dari Rp19,66 triliun. Penghasilan keuangan Rp1,77 triliun, susut dari Rp1,96 triliun. Beban keuangan Rp6,19 triliun, bengkak dari Rp3,52 triliun. Pajak final atas penghasilan bunga Rp268,55 miliar, bengkak dari Rp174,33 miliar. 

Bagian atas rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp1,36 triliun, susut dari Rp2,31 triliun. Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp17,03 triliun, melejit dari Rp15,61 triliun. Beban pajak penghasilan Rp3,96 triliun, turun dari Rp4,12 triliun. Laba tahun berjalan Rp13,07 triliun, melonjak dari Rp11,49 triliun.

Total ekuitas terakumulasi sebesar Rp108,99 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya sebesar Rp100,46 triliun. Jumlah liabilitas Rp92,72 triliun, membengkak dari akhir 2023 hanya sebesar Rp86,12 triliun. Total aset Rp201,71 triliun, melesat dari Rp186,58 triliun. 

”Tahun 2024 edisi solid bagi Indofood, dengan pertumbuhan penjualan bersih, dan profitabilitas didukung kegiatan operasional terintegrasi secara vertikal, Herta posisi kuat. Tahun ini, kami akan terus fokus menghasilkan pertumbuhan secara organik, menjaga keseimbangan pangsa pasar dengan profitabilotas, dan neraca sehat,” tutur Anthoni Salim, Direktur Utama dan chief Executive Officer Indofood. (*)