Grup Bakrie (DEWA) Habiskan Dana Buyback Rp675 Miliar
Sejumlah kendaraan alat berat berkonvoi di area pertambangan milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Darma Henwa (DEWA) telah menggelontorkan anggaran senilai Rp675 miliar. Dana taktis tersebut digunakan untuk membuyback saham 1,19 miliar lembar. Aksi itu, telah dilakukan sejak 10 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026.
Alokasi belanja itu, berarti sudah terserap 71,10 persen dari total anggaran pembelian kembali saham maksimal Rp950 miliar. Buyback dilaksanakan dengan harga pembelian rata-rata Rp566 per eksemplar. Saham-saham itu, dijala dalam tujuh kali transaksi. Pada 10 Desember 2025, menyerap 372,09 juta helai seharga Rp430 per saham senilai Rp159,99 miliar.
Lalu, pada 6 Januari 2026, perseroan menyerok 418,6 juta lembar pada harga Rp645 per helai sebesar Rp269,99 miliar. Kemudian, pada 19 Januari 2026, perseroan mengemas 76,33 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp655 per eksemplar sebesar Rp50 miliar.
Pada 22 Januari 2026, perseroan memborong 176 juta lembar dengan harga beli Rp625 per helai senilai Rp110 miliar. Pada 28 Januari 2026, kembali menyerap 8,77 juta saham Rp570 per helai sejumlah Rp5 miliar. Berikutnya, pada 29 Januari 2026, perseroan kembali menjala 20,57 juta lembar dengan harga Rp486 per saham senilai Rp9,99 miliar.
Terakhir, pada 30 Januari 2026, perseroan mengemas 126,12 juta helai Rp555 per lembar sejumlah Rp70 miliar. Kemarin, saham DEWA menguat 65 poin alias 14,13 persen menjadi Rp525 per lembar. Kendati begitu, sejak awal tahun, saham perseroan masih terpangkas 225 poin atau 30 persen dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp750 per eksemplar. (*)
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





