Tunggu MSCI, IHSG Konsolidatif
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup susut 0,98 persen menjadi 6.116. Setelah sempat berada di teritori positif awal sesi, IHSG kemudian bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan. Sektor basic materials mencatatkan koreksi terbesar 2,49 persen, dan sektor energi membukukan kenaikan terbesar 1,47 persen.
Investor cenderung menunggu, menjelang pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Market. Investor juga menanti hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA10, dan MA20. Histogram MACD masih berada area positif, namun Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah ke area pivot. So, kalau IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang menguji level psikologis 6.000.
Namun, kalau masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220. Beberapa ketentuan dalam UU no.4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU no.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan, dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menimbulkan ketidakpastian bagi investor.
Di antaranya kini Bank Indonesia (BI) wajib memperoleh persetujuan DPR dalam menetapkan anggaran tahunan. Mencakup dua komponen utama, yaitu anggaran kegiatan operasional, dan anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan kebijakan makroprudensial.
Kondisi itu, menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk menjala Indo Tambangraya (ITMG), Trimegah Persada (NCKL), AKR Corporindo (AKRA), Jasa Marga (JSMR), dan Alamtri (ADRO). (*)
Related News
RI Bidik Pasar India, Target Bebas Tarif Naik 80 Persen
BEI Proyeksi LQ45 Masuk Fase Pemulihan di Semester II 2026
BEI Sebut Pasar Saham Mulai Pulih di Semester II 2026
DPR Minta Ekonomi RI Cari Mesin Baru Selain Konsumsi
Daftar Top Gainers Sepekan, CBPE Memimpin
Ini Top Losers Sepekan, Ada BACH, TCPI hingga BUVA





