EmitenNews.com - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengemas laba bersih pada kuartal III 2026 sebesar Rp208,5 miliar. Jumlah itu tumbuh 15,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp181,2 miliar.

Data laporan keuangan konsolidasian ASGR per 30 September 2026 menunjukkan, peningkatan laba bersih ditopang oleh akumulasi pendapatan bersih ASGR sebesar Rp2,35 triliun dari Rp2,26 triliun atau naik 4,11 persen.

Meski terdapat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,82 triliun dari Rp1,76 triliun, ASGR masih memperoleh untung dari selisih kurs mencapai Rp266 juta, dan penghasilan lain-lain sebesar Rp2,67 miliar.

Alhasil, laba per saham dasar pun ikut naik jadi Rp154,65 per helainya dari Rp134,39.

Presiden Direktur ASGR, Hendrix Pramana mengatakan pertumbuhan pendapatan bersih tersebut ditopang oleh segmen solusi dokumen dan segmen solusi teknologi informasi.

Di samping itu, Hendrix mengklaim, meningkatnya laba bersih konsolidasian pada kuartal III 2026 merupakan cerminan dari strategi dan rencana kerja perseroan yang berjalan konsisten.

“Kinerja tersebut didukung oleh penerapan operational excellence, pengelolaan arus kas yang baik, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan,” kata Hendrix dalam siaran pers, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, dari sisi neraca, total aset ASGR tercatat sebesar Rp3,12 triliun, naik dibanding tahun 2025 sebesar Rp3,11 triliun. Liabilitas naik jadi Rp1,11 triliun dari Rp1,02 triliun, sedangkan ekuitas tercatat turun dari Rp2,09 triliun menjadi Rp2,01 triliun.

Pada perdagangan intraday, Rabu (28/10/2026), saham ASGR terpantau koreksi 1,63 persen ke level 2.420 atau -40,00 poin.