"Kami memahami bahwa Notasi Khusus ini timbul dari kondisi masa lalu akbat pandemi Covid-19. Namun dengan adanya lini usaha baru dan prospek masa depan dari bisnis baru--meskipun tidak serta-merta membuat ekuitas kami menjadi positif--tetapi kami optimistis pada beberapa tahun ke depan ekuitas perseroan dapat menjadi positif," ujar Yunita.

 

Lebih lanjut Reyza menambahkan, hingga akhir tahun ini IBFN bisa mencatatkan Rp24,9 miliar atau mengalami kenaikan dibanding full year 2021 yang senilai Rp21,4 miliar. "Beban hingga akhir 2022 juga akan lebih sedikit dan rugi bersih akan menjadi lebih rendah (y-o-y). Rugi bersih 2021 sebesar Rp207 miliar," imbuhnya.

 

Berdasarkan laporan keuangan IBFN, per kuartal III-2022 jumlah pendapatan tercatat Rp10,86 miliar atau bertumbuh 13,6 persen (y-o-y). Sedangkan, rugi bersih tahun berjalan hingga akhir September 2022 tercatat Rp21,16 miliar atau lebih rendah dibanding per kuartal III-2021 yang mengalami rugi bersih tahun berjalan Rp76,38 miliar.

 

Guna meraih target pendapatan di 2022 maupun mendongkrak kinerja keuangan pada tahun depan, Reyza menyebutkan IBFN akan menjalankan management plan, seperti menyusun rencana bisnis tahunan, melakukan re-organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang usaha yang baru dan menjaga collection terhadap existing debitur untuk mempertahankan arus kas IBFN.