Ubah Nama Jadi Gunanusa Hailong 106, Bakal Masuk CBRE?
Salah satu armada kapal besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Kapal Gunanusa Hai Long 106 kini telah resmi berbendera Indonesia dan tercatat sebagai aset Cakra Buana Resources Energi (CBRE). Itu seiring penerbitan akta pendaftaran kapal sejak 19 Desember 2025. Penggunaan nama Gunanusa merujuk pada PT Gunanusa Utama Fabricators.
Ya, Gunanusa salah satu perusahaan Epcic terkemuka Indonesia dikenal memiliki rekam jejak dalam berbagai proyek offshore berskala besar. Baik domestik maupun internasional, termasuk proyek bersama operator global seperti Petronas, dan proyek strategis nasional. Sejalan perubahan kepemilikan, penggunaan nama Gunanusa, mencerminkan keterkaitan ekosistem proyek offshore, teken kontrak kerja sama perseroan dengan Gunanusa.
Dalam kerja sama itu, kapal Gunanusa Hai Long 106 akan dioperasikan melalui skema time charter selama 8 tahun, dengan tarif harian USD90 ribu per hari, dan tarif standby USD50 ribu per hari, dengan total estimasi nilai kontrak mencapai Rp4,3 triliun. Kapal itu, akan digunakan untuk mendukung proyek Hidayah Phase 1, dan berbagai proyek subsea lainnya sektor minyak dan gas. Kapal itu, juga telah dicatat sebagai aset tetap dalam laporan keuangan Kuartal IV 2025, sebagai bagian dari penguatan struktur aset perseroan.
Sebelumnya akuisisi kapal itu dilakukan dengan nilai USD100 juta, melalui kombinasi pendanaan internal, fasilitas pinjaman perbankan, dan penerbitan promissory note (PN) sebesar USD55 juta kepada pihak non-afiliasi. Dalam struktur pendanaan itu, Yafin Tandiono Tan bersama konsorsium tercatat memiliki sekitar 30 persen dari total PN, dengan nilai sekitar USD11 juta, bersama Superkrane Mitra Utama, dan Saga Investama Sedaya. Keterlibatan ini mencerminkan adanya dukungan investor strategis terhadap langkah ekspansi perseroan di sektor offshore.
Sebagai salah satu kapal pipe laying terbesar Asia dengan kemampuan operasi hingga kedalaman lebih dari 2.000 meter, kapal ini menjadi aset strategis perseroan dalam mengembangkan lini bisnis offshore service, dan Epcic. Manajemen perseroan menyampaikan kerja sama dengan Gunanusa merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Cakra Buana sektor jasa offshore nasional, sekaligus membuka peluang keterlibatan dalam berbagai proyek eksplorasi, dan pengembangan energi wilayah perairan Indonesia maupun internasional.
Kepemilikan kapal tersebbut juga merupakan bagian dari upaya perseroan dalam melakukan diversifikasi aset, dan transformasi bisnis menuju sektor offshore support. Itu penting untuk meningkatkan kapasitas operasional, dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. (*)
Related News
Pefindo Tetapkan Peringkat idAA- Untuk Obligasi Medco Energi (MEDC)
Investor Tergocek, BLI (WBSA) Ternyata Cuma Mantan Grup Sinarmas
Kebut Right Issue, Andry Hakim Serok 2 Juta Saham CBRE
Surplus 29,61 Persen, Laba SCMA Tembus Rp771 Miliar
BEI Kulik Investor Strategis, Ini Pembelaan BCAP
Sepanjang 2025, Laba Grup Astra (HEAL) Anjlok 19,85 Persen





