Underwriter Trimegah (LG) Ada Pipeline Antrean IPO Hingga PUB Obligasi
:
0
Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo kala ditemui di Gedung BEI, Selasa (28/7/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) emiten broker dan underwriter berkode “LG” milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir memastikan masih ada pembahasan IPO saham dengan sejumlah calon emiten. Namun untuk saat ini perseroan belum bisa mengungkapkan detailnya.
Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo kala ditemui di Gedung BEI, Selasa (28/7/2026), menyebut diskusi dengan calon emiten masih terus berjalan di tengah kondisi pasar 2026.
"IPO Saham, ya? Belum bisa di-disclose sih, sorry kan kita masih ini (menunggu momen), ya. Tapi ada lah pembicaraan dengan emiten," ujar Anung.
Menurutnya realisasi IPO memang masih menunggu momentum dan harga yang sesuai ekspektasi kedua belah pihak. Ada 2 faktor utama dijelaskan Anung yakni, emiten yang masih wait and see dan investor yang menginginkan valuasi lebih menarik.
"Tapi kalau di (IPO) saham saya rasa lebih karena dari sisi emitennya juga mungkin masih (menunggu) di late market, dari investornya ya mungkin peminat pasti (menunggu) requirement harganya yang menarik buat mereka, kan," Jelasnya.
Meski begitu, Anung menegaskan belum ada emiten yang resmi menunda rencana IPO.
"Sebenarnya, sih, bukan menunda ya, karena memang discussion sama mereka kan selalu terus-menerus sifatnya gitu kan. Jadi ya emiten, kan, pinginnya pasti dapet harga yang terbaik gitu ya. Jadi mungkin ini belum meet aja ekspektasi mereka. Tapi bahwa mereka apakah menunda itu so far belum gitu. Lebih ke timingnya aja sih sebenarnya. Jadi bisa jadi masih akan jalan di tahun ini," Tambahnya.
Pipeline PUB Obligasi Masih Penuh
Berbeda dengan saham, bisnis penjaminan emisi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Trimegah justru masih solid dan stabil.
"Tapi kalau di obligasi itu kan lebih repeating. Kalau di obligasi, sih, kita ngeliat sementara ya, itu masih stabil lah, minimal 7 tahun kemarin," ujar Anung.
Related News
Melesat 84,5 Persen, ISAT Cetak Laba Rp4,30 Triliun Semester I 2026
Drop 276,71 Persen, BUKA Boncos Rp820,74 Miliar Semester I
Laba Q2 DKFT Melesat 30 Persen Jadi 403M meski Volume Penjualan Anjlok
Laba BCA (BBCA) Semester I 2026 Rp29,5T, Kredit Tembus 8% ke Rp1.036T
Laba ESSA Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi USD30 Juta Semester I 2026
Konversi Utang Rp4,35T UNSP, Porsi Bakrie Anjlok Tapi Tetap Pengendali





