Usai Berstatus HSC, BEI Pelototi Sejumlah Proyek BKDP, Mangkrak?
:
0
Tampak bagian depan Bukit Darmo Golf besutan perseroan. FOTO - Dok Golfasian
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilisik kegiatan operasional Bukit Darmo (BKDP). Terutama sejumlah proyek yang tengah dikerjakan perseroan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Yaitu, The Adhiwangsa, FairwayNine Mall, Nine Boulevard (9BLV), dan Hyatt Centric West Surabaya.
Berdasar penjelasan perseroan, The Adhiwangsa berupa apartemen/hunian berkontribusi 1 persen dengan okupansi 75 persen. FairNine Mall pusat belanja dan area komersial berkontribusi 92 persen dengan tingkat okupansi 58 persen. Nine Boulevard (9BLV) berupa gedung perkantoran kontribusi 9 persen dengan okupansi 52 persen.
Lalu, Hyatt Centric West Surabaya hotel dan hospitality kontribusi dan okupansi nol persen. Hyatt Centric West Surabaya masih berada dalam tahap pengembangan (project development), dan belum memasuki tahap operasiona? komersial. Oleh karena itu, aset tersebut belum berkontribusi, belum menjalankan kegiatan, dan belum memiliki tingkat occupancy rate.
Meski begitu, BKDP tidak memiliki rencana untuk melakukan pelepasan, pengalihan, maupun perubahan penggunaan atas properti investasi dalam waktu dekat. Saat ini. BKDP tengah fokus melanjutkan pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya masih dalam tahap pengembangan, dan belum beroperasi secara komersial. Sesuai dengan business plan proyek hotel, BKDP menargetkan pelaksanaan soft opening Hyatt Centric West Surabaya pada Juni 2028.
”BKDP meyakini setelah proyek tersebut selesai dan mulai beroperasi, aset tersebut diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan (recurring income), memberi kontribusi positif terhadap kinerja keuangan, dan operasional Perseroan dalam jangka panjang,” tegas Brasada Chandra, Corporate Secretary Bukit Darmo Property.
BKDP tidak memiliki kerja sama bersifat material dengan instansi pemerintah. Adapun kerja sama material dengan pihak swasta yaitu kerja sama dengan PT Hyatt Indonesia soal pengelolaan Hyatt Centric West Surabaya, saat ini masih dalam tahap pengembangan. BKDP akan terus melanjutkan penyelesaian proyek tersebut sesuai rencana bisnis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja usaha secara berkelanjutan.
BKDP akan melanjutkan pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat portofolio usaha sektor properti dan perhotelan. Selain itu, Prseroan akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset telah dimiliki guna meningkatkan kinerja operasional, dan pendapatan. ”Sampai saat ini, perseroan belum memiliki rencana diversifikasi usaha di luar kegiatan usaha yang ada,” ucap Brasada.
Berlabel HSC
Bukit Darmo Properti (BKDP) menjadi anggota baru emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC). Saham emiten properti berbasis di Surabaya, Jawa Timur itu, 95,45 persen dikuasai segelintir elite. Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menahbiskan BKDP berstatus HSC pada 5 Agustus 2026.
Penentuan HSC itu, berdasar metodologi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 31 Juli 2026. Alhasil, saham BKDP dimiliki sejumlah tertentu pemegang saham secara agregat menguasai 95,45 persen dari total saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat perseroan.
Related News
Perdana, ANTM Sodorkan Produk Edisi Kemerdekaan 2026
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI
Semester I Laba Bersih TUGU Tembus Rp480 Miliar, ini Penopangnya
XLSMART (EXCL) Bayar Kupon Obligasi dan Sukuk Ijarah, Total Rp3,07M
Kuasai 25,60% Saham, Bumi Arsana Umumkan Bukan Pengendali Baru OKAS
Begini Dalih OJK Perkara BNBR Disanksi Administratif Skala Menengah





