EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kegiatan eksplorasi pada Desember 2025 masih berlanjut dan difokuskan pada sejumlah wilayah di dalam area Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Sepanjang Desember 2025, perseroan mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar US$347.877,63.

Dalam laporan bulanan eksplorasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis, 8 Januari 2025, Anggun Kara Nataya, Corporate Secretary INCO menjelaskan, kegiatan eksplorasi dilakukan di Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, serta Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dan Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Eksplorasi dilakukan menggunakan metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter dan 50meter untuk meningkatkan tingkat sumber daya, khususnya di Blok 1 Tetenggala dan Blok 1 Lalombundi, Pomalaa," tulis manajemen INCO dalam laporan tersebut.

Selain pengeboran, Vale Indonesia juga melakukan survei geofisika menggunakan metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) di area Blok 1 Tetenggala, Pomalaa. Seluruh kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh PT Vale Indonesia Tbk bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai kontraktor pengeboran dan geofisika.

Saat ini, hasil pengujian masih dalam proses penghitungan sumber daya dan cadangan menggunakan metode ordinary krigging, khususnya di wilayah Sorowako.

Ke depan, Vale Indonesia akan melanjutkan kegiatan pengeboran di Blok 1 Lalombundi dan Blok 1 Tetenggala dengan jarak 100meter dan 50 meter, serta meneruskan pengukuran geofisika ERT di Blok 1 Tetenggala. Seluruh aktivitas pengeboran direncanakan untuk memperoleh profil laterit yang lengkap