Wall Street Loyo, IHSG Lanjut Menguat

Pergerakan IHSG di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah tipis. Rebound saham sektor teknologi dimotori Tesla surplus 4,90 persen berhasil menjadi katalis positif. Itu kemudian mendorong lompatan indeks Nasdaq.
Kekhawatiran investor terhadap kondisi kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka menyusul rilis data ketenagakerjaan sektor swasta cukup lemah. Kondisi tersebut menjadi katalis negatif, dan sukses menekan pergerakan indeks secara umum.
Berdasar data dari ADP pada Agustus lalu sektor swasta hanya mencatatkan penambahan jumlah pekerja sebanyak 99 ribu, lebih sedikit dari sebelumnya mengalami revisi turun menjadi 111 ribu, dan konsensus sebanyak 140 ribu.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street seiring kemunculan kembali kekhawatiran investor terhadap kesehatan ekonomi AS diprediksi akan menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lanjutan aksi beli investor asing, dan lonjakan beberapa harga komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.
Oleh karena itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia meramal IHSG sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 6 September 2024 diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7-640-7.600, dan resistance 7.720-7.760.
Sejumlah saham patut dan laik dikoleksi sepanjang perdagangan kali ini antara lain Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Summarecon Agung (SMRA), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan Astra International (ASII). (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal