EmitenNews.com - Bursa saham Amerika Serikat mencatat penguatan tipis pada perdagangan kontrak berjangka hari Senin, 12 Oktober 2026. Pergerakan positif ini terjadi saat para pelaku pasar bersiap menyambut rangkaian laporan keuangan dari bank-bank besar yang menandai dimulainya musim pelaporan kuartal ketiga tahun ini.

Jajaran bank terkemuka di Wall Street dijadwalkan merilis laporan kinerja keuangan secara beruntun. JPMorgan, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo akan mengumumkan laporan pada hari Selasa, yang kemudian disusul oleh Bank of America serta Morgan Stanley pada hari Rabu.

Selain kinerja perbankan, pasar keuangan global juga menanti rilis data inflasi penting domestik, yakni indeks harga konsumen pada hari Rabu dan indeks harga produsen pada hari Kamis.

Sebelumnya pada pekan lalu, tiga indeks utama saham AS ditutup di zona hijau. Kenaikan tersebut didorong oleh reli pada saham-saham sektor teknologi yang mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap sentimen kenaikan harga minyak serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah.

Di tengah persiapan laporan keuangan tersebut, kekhawatiran baru muncul di pasar energi global menyusul eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan kepada awak media pada akhir pekan lalu terkait potensi keterlibatan Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa ia mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam kampanyenya melawan militan Houthi yang didukung Iran di Yaman setelah serangan mematikan lainnya di bandara internasional Riyadh.

Perkembangan geopolitik ini menjadi salah satu variabel penting yang diamati oleh para investor global, mengingat dampaknya secara langsung terhadap stabilitas pasokan energi dunia dan pergerakan harga minyak mentah internasional.

Dinamika global seperti arah suku bunga bank sentral AS, pergerakan inflasi, serta fluktuasi harga energi kerap memberikan pengaruh tidak langsung terhadap sentimen di lantai Bursa Efek Indonesia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD.(*)