Wall Street Menyala, IHSG Uji Level 8.440
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Itu setelah Senat Amerika Serikat (AS) melakukan langkah penting untuk segera mengakhiri government shutdown sudah berlangsung cukup lama. Senat akan melakukan pemungutan suara pada Senin waktu setempat untuk meloloskan anggaran pembiayaan pemerintahan federal hingga Januari tahun depan.
Nah, guna meloloskan anggaran tersebut dan segera mengakhiri government shutdown, Senat wajib memperoleh enam puluh suara setuju. Sementara itu, isi dari anggaran atau kesepekatan akan dimintai persetujuan tersebut, tidak termasuk perpanjangan subsidi Affordable Care Act yang selama ini menjadi inti perbedaan antara Demokrat dan Republik.
Meski demikian, pemungutan suara untuk program tersebut akan dilakukan pada Desember. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga mayoritas komoditas terutama emas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Aksi beli investor asing berlanjut berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 11 November 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 8.340-8.290, dan resistance 8.440-8.490. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerap saham WIIM, MAPA, GOTO, ARTO, TINS, dan EMTK sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Ikuti Wall Street, IHSG Kian Menyala
Asing Kabur, IHSG Tersandera Koreksi
IHSG Potensial Menguat, Angkut Saham EMAS, ARCI, dan GOTO
Tahun 2026, Pelaku Bisnis Pilih Pendanaan dari Pasar Modal atau Bank?
Arus Balik Tahun Baru 2026, 11.484 Kendaraan Lintasi Timur Trans Jawa
Unjuk Gigi 4 Saham Papan Akselerasi dengan Harga Tertinggi





