Wall Street Nyungsep, IHSG Kian Menyala
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup melemah untuk kali kedua secara beruntun. Itu seiring perhatian investor fokus pada perkembangan geopolitik, dan musim laporan keuangan emiten. Seham sektor teknologi seperti Broadcom minus 4,15 persen, Nvidia susut 1,44 persen, dan Micron Technology anjlok 1,41 persen.
Perosotan itu, terjadi setelah ada laporan dari kantor berita Reuters kalau Bea Cukai China menginstruksikan pegawai untuk tidak memperbolehkan Chip H200 untuk masuk negara tersebut. Sementara itu, emiten perbankan Wells Fargo drop 4,61 persen paska- melaporkan pendapatan kuartal empat tahun lalu lebih rendah dari ekspektasi.
Nah, dari geopolitik investor terus mencermati tensi politik antara Amerika dengan Iran, dan Greenland. Soal Iran, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan untuk saat ini tidak akan melakukan serangan militer ke negara tersebut. Menjelang pertemuan dengan perwakilan Denmark, Trump menegaskan kalau Greenland tidak menjadi bagian Amerika Serikat tidak bisa diterima.
Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas mineral logam, minyak mentah, dan aksbi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 15 Januari 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 8.980-8.930, dan resistane 9.085-9.140. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menjala saham BUMI, RAJA, PTRO, EXCL, BRMS, dan HRTA. (*)
Related News
Bursa Siang Rebound (23/9) IHSG Balik Meluncur ke Atas 6.300
Dibuka Labil, IHSG Kembali ke Zona Merah usai Sempat Menguat ke 6.321
IHSG Tertekan, Investor Jual Masif BYAN
Jelang Jatuh Tempo Obligasi, IIF Bidik Rp2 Triliun dari Utang Baru
BI Rate Tetap, Saham ini Layak Koleksi
Rayu Investor Bangun Data Center, Bahlil Tawarkan Ini





