Wall Street Rebound, IHSG Konsisten Susuri Zona Merah
:
0
indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Itu terjadi di tengah volume perdagangan relatif sepi menjelang libur hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) Jumat, 3 Juli 2026. Lompatan itu, menyusul lompatan saham produsen chip seperti indeks VanEck Semiconductor ETF 3,33 persen.
Hasil tersebut sekaligus menjadi penopang utama bagi penguatan indeks S&P 500, dan Nasdaq. Di sisi lain, Alphabet membukukan kenaikan 4,82 persen pada debut perdana sebagai emiten konstituen Dow Jones berhasil membawa indeks tersebut mencatat penutupan di atas level 52 ribu untuk kali pertama sepanjang sejarah.
Sementara itu, perkembangan geopolitik Timur Tengah mereda. Amerika dan Iran sepakat untuk menunda aksi saling serang. Memperbolehkan kapal melintasi Selat Hormuz, dan meneruskan pembahasan MoU disepakati sebelumnya. Penguatan bursa Wal Street, dan nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, aksi jual investor asing berlanjut, koreksi harga batu bara, dan komoditas mineral logam berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.735-5.650, dan resistance 5.910-5.995.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Unilever (UNVR), Wismilak (WIIM), HM Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), Alamtri Resources (ADRO), dan Aneka Tambang alias Antam (ANTM) sebagai jujukan koleksi. (*)
Related News
Ajaib Catat 741 Aset Kripto, Terbanyak di Indonesia, Ini Rinciannya!
Tutup September, IHSG Merosot ke 6.071, Emiten Hary Tanoe Top Losers
Bursa Siang Masih Menguat, IHSG Mendarat di 6.130
IHSG Bangkit Menguat, Dibuka 0,57% ke Level 6.156
IHSG Melorot, Serok Saham ANTM, BBRI, TINS, dan SMGR
IHSG Rawan Koreksi, Jebol Level 6.000





