Waskita (WSKT) Akan Gunakan Rp7,9 Triliun Dana Right Issue Untuk Biayai 7 Ruas Tol
:
0
EmitenNews.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham: WSKT) telah menerima seluruh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam rangka aksi korporasi rights issue Waskita yang diselenggarakan pada akhir tahun ini.
Kementerian BUMN mengungkapkan setoran modal Pemerintah tersebut sebagai bagian dari proses rights issue telah diterima Perseroan secara penuh sebesar Rp7,90 Triliun pada tanggal 29 Desember 2021.
"Setoran modal ini menunjukkan kepercayaan dan support konkret dari Pemerintah atas upaya perbaikan fundamental keuangan Waskita sekaligus sinyal positif dalam proses rights issue yang saat ini sedang berlangsung," jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita, Taufik Hendra Kusuma seperti dilansir di laman Kementerian BUMN.
Sejumlah analis telah memberikan rekomendasi “BUY” pada saham WSKT dengan Target Price (TP) terendah Rp940/saham, rata-rata Rp1.180/saham dan tertinggi Rp1.370/saham.
Proses perdagangan rights issue Waskita berlangsung dari 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022, dengan harga penebusan right sebesar Rp620 dan jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp11,96 Triliun, termasuk dana PMN yang telah disetor oleh Pemerintah.
Dana rights issue yang berasal dari PMN akan digunakan untuk penyelesaian proyek 7 ruas tol, yaitu Kayu Agung—Palembang—Betung (112 km) senilai Rp3,031 triliun, Bekasi— Cawang—Kp. Melayu (16 km) senilai Rp1,130 triliun.
Kemudian tol Cimanggis—Cibitung (25 km) senilai Rp623 miliar, Ciawi—Sukabumi (54 km) senilai Rp637 miliar, Pejagan—Pemalang (58 km) senilai Rp204 miliar, Pasuruan—Probolinggo (44 km) senilai Rp1,219 triliun, dan Krian— Legundi—Manyar (38 km) senilai Rp1,056 triliun.
Sedangkan dana rights issue yang berasa publik ini akan digunakan sebagai modal kerja dan capex untuk Waskita Karya dan anak perusahaannya.
Taufik menjelaskan bahwa Waskita optimismis akan memiliki kinerja operasional dan keuangan yang lebih baik pada 2022.
Pada tahun 2022, Waskita telah merencanakan sejumlah program jangka menengah seperti berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, menggarap proyek di luar negeri melalui kerjasama G2G Indonesia dengan beberapa negara (seperti: Rumah Indonesia di Mekkah, oil for infrastructure di Sudan Selatan, dan proyek infrastruktur di Turki).
Related News
PT Timah (TINS) Raih Fasilitas Kredit Jumbo Bank Mandiri Rp4 Triliun
Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Cairkan Pinjaman USD85 Juta dari Kbank
Biayai Ekspansi hingga Bayar Utang, EMAS Pilih Aksi Korporasi Ini
Loan Channeling, Krom Bank (BBSI)-Easycash Jalin Kolaborasi Strategis
Jual Saham WIFI, Hashim Djojohadikusumo Kantongi Rp4,06 Triliun
Avia Avian (AVIA) Terima Dividen Hampir Rp50 Miliar dari Anak Usaha





