Waspada, IHSG Menuju Level 7.150
Pengunjung melintasi koridor Bursa Efek Indonesia dengan latar pergerakan saham. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terindikasi memvalidasi bearish reversal. Itu terkonfirmasi dari pola double top bersamaan dengan pelemahan lanjutan sepanjang perdagangan Kamis, 7 November 2024. Berdasar pola itu, potensi target bearish reversal berada di kisaran 7.050-7.150.
Dengan demikian, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi tersebut, dan jangan terlalu agresif masuk pasar untuk saat ini. Pemangkasan suku bunga acuan the Fed 25 bps, dan pidato Kepala the Fed, Jerome Powell berpotensi sedikit meredam aksi jual sepanjang perdagangan Jumat, 8 November 2024.
Pasalnya, dalam pidato pasca-FOMC, Powell memberikan petunjuk the Fed belum melihat ada potensi perubahan (pemburukan) kondisi ekonomi, khususnya inflasi, dan ketenagakerjaan secara signifikan pada 2025. Itu sempat menjadi concern pasar pasca-kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat (AS).
Data domestik perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2024 menjadi 4,95 persen menambah sentiment negatif. Ekspektasi peningkatan konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru diharapkan sedikit memperbaiki appetite investor di Indonesia.
Merujuk data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Antara lain Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS), Pakuwon Jati (PWON), Ciputra Development (CTRA), Gajah Tunggal (GJTL), dan Rukun Raharja (RAJA). (*)
Related News
Kejar Saham IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun





