Welcome September, IHSG Bakal Hadapi Ini
:
0
Potret main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang 40-45 persen ditutup positif di September 2026. Posisi tersebut, lebih tinggi dibanding rata-rata probabilitas historis 33 persen sepanjang 2017-2026.
Kendati demikian, pergerakan IHSG diprediksi tetap condong ke skenario konsolidasi dengan bias pelemahan jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.300-6.650 sepanjang bulan, dengan tekanan terbesar di sekitar ‘minggu sibuk’ bank sentral global pada 10-18 September, dan rebalancing FTSE Russel pada 18-21 September,” ujar Liza dalam riset bertajuk IHSG Outlook, Senin (31/8).
Menurut Liza, skenario konsolidasi tersebut dinilai sebagai jeda sehta di dalam tren re-rating yang lebih besar. Hal itu pun sejalan dengan target akhir tahun 2026 yang ditetapkan Kiwoom yaitu di 7.250-7.700.
“Dengan syarat progres pada lima uji re-rating terus berlanjut menjelang review MSCI November 2026,” lanjut Liza.
Sejumlah hal yang disebut dapat menjadi katalis positif di antaranya fundamental domestik yang tetap solid dengan PDB Q2 tumbuh 5,29 persen YoY, lalu BI-Rate stabil di 5,75 persen, komoditas andalan ekspor RI yaitu CPO, nikel dan emas dalam tren naik, serta relief rally domestik pasca komitmen DPR terkait RUU Perampasan Aset.
Bersamaan dengan itu, beberapa risiko juga perlu dicermati investor, seperti seasonality historis September lemah, Fed hingga BOJ berpotensi hawkish bersamaan di pertengahan September, rebalancing FTSE Russell yang efektif 18-21 September, dan net sell asing Ytd mencapai Rp97,28 triliun.
Senior Techincal Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta juga menyampaikan kinerja positif IHSG sepanjang Agustus 2026 diperkirakan menjadi katalis untuk bulan September.
Namun menurut Nafan, secara historis bulan September cenderung menantang alias terdapat September Effect yang membuat pergerakan indeks cukup volatifl.
Dalam 10 tahun terakhir yakni pada periode 2016 hingga 2025, IHSG mencatatkan 7 kali melemah dan 3 kali menguat, dengan rata-rata return di bulan September -0,88 persen.
Related News
IHSG Konsolidatif, Investor Telisik Sejumlah Data Berikut
Hari Pertama September 2026, Begini Proyeksi IHSG
Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun, Bidik Ekspansi ke 1 Negara Baru
Bye-bye Agustus, Begini Proyeksi IHSG Bulan September 2026
IHSG Akhir Agustus Menguat ke 6.525, CPIN Transaksi Jumbo Harga Anjlok
Asing Terpantau Net Buy Rp183,56M di Sesi I (31/8) Jelang Efektif MSCI





