WIFI dan Nokia Bakal Eksplorasi Evolusi Jaringan 6G di Indonesia
:
0
jajaran manajemen PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau surge dengan perwakilan Nokia. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, penyedia infrastruktur digital terkemuka di Indonesia, dan Nokia Corporation mengumumkan penandatanganan Strategic Partnership Agreement pada ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026 untuk bersama-sama mengeksplorasi pengembangan teknologi 6G dan arsitektur infrastruktur digital generasi berikutnya.
Kemitraan ini merupakan salah satu inisiatif eksplorasi 6G yang dipimpin industri paling awal di Asia Tenggara, yang menempatkan Indonesia untuk berpartisipasi dalam evolusi global infrastruktur telekomunikasi generasi berikutnya. Shannedy Ong selaku Direktur, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengungkapkan, strategic Partnership Agreement ini menetapkan kerangka kolaborasi selama satu tahun di mana SURGE dan Nokia akan melakukan studi bersama, dialog teknologi, serta penilaian kelayakan awal terkait evolusi jaringan 6G.
Dengan memulai kolaborasi ini pada tahap awal pengembangan global 6G, kedua perusahaan bertujuan untuk membantu memastikan bahwa Indonesia tetap terlibat secara aktif dalam membentuk generasi berikutnya dari infrastruktur digital sekaligus memperkuat daya saing teknologi jangka panjang negara.
Dalam Strategic Partnership Agreement ini, SURGE dan Nokia akan mengeksplorasi beberapa aspek utama teknologi jaringan 6G masa depan, termasuk arsitektur nirkabel generasi berikutnya, strategi spektrum baru untuk fixed broadband masa depan, konektivitas ultra-high capacity dan ultra-low latency dan integrasi arsitektur jaringan cerdas.
Meskipun standar global 6G masih dalam tahap pengembangan, kolaborasi awal antara para pemimpin industri memungkinkan evaluasi model implementasi potensial serta identifikasi peluang layanan digital di masa depan.
Melalui inisiatif ini, SURGE dan Nokia bertujuan untuk berkontribusi pada evolusi jangka panjang teknologi konektivitas yang akan mendukung ekonomi digital masa depan. Jaringan 6G di masa depan diperkirakan akan menjadi fondasi konektivitas bagi era Physical AI, di mana sistem cerdas berinteraksi dengan dan merespons dunia fisik secara real time.
Konektivitas ultra-low latency, kapasitas data yang sangat besar, serta arsitektur komputasi terdistribusi yang didukung oleh 6G akan memungkinkan generasi baru aplikasi berbasis AI yang ditenagai oleh arsitektur hybrid AI yang menggabungkan kecerdasan cloud dengan edge computing real-time.
Model hybrid AI ini memungkinkan kecerdasan AI berskala besar di cloud sekaligus mendukung pengambilan keputusan dan otomatisasi secara real time di network edge.
Kapabilitas ini diperkirakan akan mendukung ekosistem digital baru seperti robotika otonom dan otomasi industri, infrastruktur smart city dan sistem transportasi cerdas, lingkungan digital twin berskala besar dan spatial computing imersif dan platform enterprise generasi berikutnya
Ke depan, jaringan 6G diperkirakan akan menjadi fondasi konektivitas bagi era physical AI, yang memungkinkan arsitektur hybrid AI yang mengintegrasikan kecerdasan cloud secara mulus dengan edge computing real-time untuk mendukung generasi berikutnya dari sistem digital cerdas.
Related News
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!
LABA Terus Jualan Saham KRYA, Nilainya Tembus Rp6,63M di April 2026
Penjualan CLEO Meningkat 15,8 Persen Q1-2026, Tiga Pabrik Baru Dikebut
Kinerja Chitose (CINT) Tumbuh di Q1-2026, Target Segini di Akhir Tahun
Turnaround ICON dari Rugi Beruntun Jadi Laba Rp5,87 Miliar di 2025
GOTO Respons Perpres Ojol, Danantara Bakal Jadi Pemegang Saham?





