EmitenNews.com - PT Wahana Inti Selaras (WISL) bersiap melunasi kewajiban Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2025 Seri II senilai Rp500 miliar. Surat utang yang mengantongi peringkat idA tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 17 November 2026 mendatang.

Peringkat idA menandakan bahwa instrumen surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan pembiayaan dan perdagangan korporasi di Indonesia ini memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Berdasarkan publikasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada Rabu (28/10/2026), perseroan bakal memenuhi pembayaran utang tersebut sepenuhnya dari sumber internal. "Perusahaan berencana untuk melunasi efek utang yang jatuh tempo menggunakan dana internal," tulis Pefindo dalam laporan resmi pemeringkatan jatuh tempo efek utang.

Langkah pelunasan utang bernilai ratusan miliar tersebut disokong oleh posisi likuiditas perseroan yang sangat memadai di pasar domestik. Per 30 Juni 2026, WISL mencatatkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp2,12 triliun.

Selain ditopang oleh saldo kas yang melimpah, kapasitas pembayaran perseroan makin solid berkat cadangan piutang usaha. Per akhir Juni 2026, perseroan membukukan nilai piutang usaha mencapai Rp2,89 triliun.

Pefindo mencatat bahwa sebagian besar dari total piutang usaha WISL tersebut diproyeksikan dapat tertagih dalam kurun waktu dua bulan mendatang. Hal ini memberikan tambahan arus kas operasional yang kuat bagi perseroan sebelum memasuki tanggal jatuh tempo obligasi pada pertengahan November 2026.(*)