XLSMART Resmi Meluncur, Sahamnya Terjun!
:
0
Logo baru hasil pe gabungan XLSMART
EmitenNews.com - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART” atau “IDX: EXCL”) resmi berdiri, hasil penggabungan usaha dari PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom.
Namun hasil merger EXCL dan FREN masih meninggalkan banyak permasalahan yang belum tuntas.
Diketahui adanya gugatan dari pemegang saham FREN. Selain itu nilai wajar harga saham gabungan (XLSmart).
Sebelumnya BEI telah meminta penjelasan lebih rinci atas perhitungan rasio pertukaran penggabungan, termasuk harga saham dan disertai dengan ilustrasi yang mendukung terkait merger PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom.
Sekretaris Perusahaan Smartfren Telecom (FREN), James Wewengkang dalam menjawab pertanyaan BEI mengungkapkan bahwa rasio pertukarannya antara EXCL dan Smartfren yaitu 72%:28%, berdasarkan nilai ekuitas sekitar Rp 31 triliun dari EXCL (yaitu Rp 2.350 per lembar saham) dan Rp 12 triliun dari Smartfren (yaitu Rp25 per lembar saham).
“Rasio ini dihitung berdasarkan proposi nilai ekuitas dari masing-masing EXCL dan Smartfren di entitas gabungan,” ungkap James Wewengkang dalam keterangan resminya dikutip Jumat (17/1/2025).
Ia menambahkan, nilai ekuitas ditentukan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda, termasuk namun tidak terbatas dengan pendekatan yang menggunakan kelipatan berdasarkan valuasi DCF dan performa pasar. Valuasi ini juga mempertimbangkan hasil analisa saat uji tuntas yang telah dilakukan.
Lebih lagi, sambungnya, nilai ekuitas tersebut juga telah sesuai dengan nilai ekuitas yang dihitung berdasarkan hasil valuasi KJPP, yaitu Rp 31 triliun dari XL Axiata (EXCL) dengan harga Rp 2.394 per saham dan Rp 12 triliun dari Smartfren (FREN) dengan harga Rp 25 per saham.
KJPP dari masing-masing EXCL dan Smartfren juga telah melakukan valuasi independen dari bisnis masing-masing entitas tersebut, dan rasio pertukaran 72%:28% dianggap wajar bila dibandingkan dengan rasio pertukaran yang dihitung oleh valuasi KJPP dan sebagaimana telah tertuang dalam pendapat kewajaran,” jelas James.
Implikasi dari rasio pertukaran tersebut, lanjutnya, adalah EXCL akan menerbitkan saham baru sebesar 28% dari jumlah saham proforma pasca penggabungan yaitu 5.071.431.786 saham baru yang akan diterbitkan (termasuk saham yang akan diterbitkan untuk pemegang saham minoritas ST/Smart Telecom).
Related News
TINS Tabulasi Laba Rp1,5 Triliun, Melesat 1.183 Persen Kuartal I 2026
Tutup Kuartal I, Penjualan TRIS Naik 13,18 Persen
Makin Bengkak, WIKA Tekor Rp1,13 Triliun Kuartal I 2026
Laba PTMR Melonjak 154 Persen Q1 2026, Saham Jalani Suspensi
Kinerja Moncer, Laba BCIP Melonjak 225 Persen Q1 2026
Drop 109 Persen, EMTK Kuartal I Boncos Rp335,85 Miliar





