Yield Obligasi Pemerintah AS Terimbas Keputusan Terbaru Fed
:
0
Foto Anadolu
EmitenNews.com - Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak tajam pada Rabu (29/7/2026) waktu setempat atau Kamis (30/7/2026) dini hari beberapa menit setelah Federal Reserve (Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.
Keputusan Bank Sentral ini mendorong investor untuk menggeser ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya ke bulan September.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS jangka dua tahun, yang sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter, turun 2 basis poin menjadi 4,26%.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 30 tahun naik 5 basis poin menjadi 5,14%, mempercuram kurva imbal hasil.
Anadolu melaporkan, Kamis (30/7/2026), pasar swap suku bunga menunjukkan probabilitas sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan September, sementara kenaikan seperempat poin sepenuhnya diperhitungkan pada bulan Oktober.
Fed mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah antara kisaran 3,5% dan 3,75% setelah pertemuan kebijakan dua harinya.
Keputusan tersebut disetujui dengan suara 9-3. Presiden Fed Dallas Lorie Logan, Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menentang dan mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Pernyataan kebijakan tersebut memberikan panduan terbatas mengenai arah suku bunga dan menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga.
Related News
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Dolar Bertahan di Level 100,3
Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba
Minyak Turun Redam Inflasi, Emas Rebound ke USD4.350
Saham AI Melesat, Kontrak Berjangka Wall Street Stabil





