EmitenNews.com - Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah memperoleh akses listrik secara merata pada periode 2029 hingga 2030. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero) diminta segera mengidentifikasi desa, dusun, dan rumah tangga yang belum terjangkau aliran listrik.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal itu saat meninjau Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

"Dulu, daerah ini, wilayah ini khususnya, itu sudah ada listrik. Tapi tegangannya rendah. Maka, arus yang masuk untuk mengalir listrik itu tidak maksimal. Program yang kita lakukan adalah bagaimana meningkatkan arus masuknya listrik supaya kuat," ujar Bahlil dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian ESDM.

Bahlil menegaskan masih ada sekitar 11.000 desa di Indonesia yang belum menikmati akses listrik serta jutaan rumah tangga yang belum memiliki sambungan sendiri. Upaya pembenahan infrastruktur dan bantuan pemasangan baru ini dinilai penting untuk menjamin hak dasar seluruh masyarakat Indonesia.

"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil.

Melalui Lisdes Tahun Anggaran 2025 di Dusun Prau Bosok, Karawang, pemerintah telah membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 0,549 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 0,91 kilometer sirkuit, dan satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk melayani 93 calon pelanggan rumah tangga.

Program Lisdes diintegrasikan dengan BPBL bagi rumah tangga kurang mampu. Penerima BPBL mendapatkan fasilitas instalasi rumah, pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan daya 900 VA, dan token listrik gratis senilai Rp100.000.

Di Kabupaten Karawang, BPBL 2025 telah menjangkau 915 rumah tangga, sedangkan target 2026 menyasar 683 rumah tangga. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Barat, Lisdes 2025 melayani 10.893 pelanggan di 210 lokasi, dengan target BPBL mencapai 25.000 rumah tangga pada 2026.(*)