EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar untuk mengakselerasi transformasi perusahaan secara menyeluruh. Pengarahan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

Melalui instruksi tersebut, Kepala Negara menekankan pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, penyempurnaan rencana cadangan pasokan, hingga percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).

"Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100GW solar panel," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam keterangan yang dilansir Listrik Indonesia, Jumat (16/10/2026).

Rosan menambahkan, Presiden Prabowo meminta Dirut PLN bersama pihak terkait segera menyusun dan memaparkan rancangan transformasi tersebut. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat keandalan rantai pasokan energi nasional, yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas iklim investasi dan perekonomian Indonesia.

"Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini baik terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada beliau, untuk segera kita tindaklanjuti," kata Rosan.

Sebagai langkah awal, Danantara Indonesia akan berkoordinasi dengan jajaran manajemen PLN untuk melakukan evaluasi model bisnis secara mendalam. Proses pengkajian ini ditargetkan mampu meningkatkan kinerja operasional perusahaan BUMN tersebut sekaligus menekan beban anggaran subsidi listrik negara.

"Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN," jelas Rosan.

Selain merombak model bisnis dan mendorong target energi terbarukan 100 GW, pemerintah menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan kondisi darurat. Penyempurnaan sistem cadangan atau backup plan dianggap krusial demi menjamin keandalan aliran listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.(*)