11 Sektor Menghijau, IHSG Sesi I Tembus ATH Intraday 9.028
Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews.com/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada perdagangan sesi I Rabu (14/1/2026) dengan menguat 79,91 poin atau 0,89 persen ke level 9.028,21.
Capaian ini sekaligus menorehkan rekor tertinggi intraday sepanjang sejarah (all time high/ATH), melampaui rekor sebelumnya di level 9.002 yang tercatat pada 8 Januari lalu.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak di rentang 8.979 hingga 9.038. Dari sisi aktivitas perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 39,24 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,51 triliun dan frekuensi 1.959.205 kali.Sebanyak 445 saham menguat, 219 saham melemah, dan 142 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral menghijau, dengan penguatan dipimpin oleh:
IDX Infrastructure (IDXINFRA) naik 2,64 persen
IDX Cyclicals (IDXCYCLICAL) menguat 2,37 persen
IDX Industry (IDXINDUSTRY) naik 2,08 persen
IDX Energy (IDXENERGY) menguat 1,61 persen
IDX Basic (IDXBASIC) naik 1,43 persen
IDX Technology (IDXTECHNO) menguat 1,07 persen
IDX Health (IDXHEALTH) naik 0,61 persen
IDX Non-Cyclicals (IDXNONCYC) menguat 0,50 persen
IDX Property (IDXPROPERTY) naik 0,42 persen
IDX Transportation (IDXTRANS) menguat 0,44 persen
IDX Finance (IDXFINANCE) naik 0,31 persen
Saham index mover, ditopang kuat oleh saham-saham komoditas tambang dan energi. Saham ARCI melesat 11,11 persen, diikuti TINS naik 5,46 persen dan ANTM menguat 5,41 persen. Saham BRMS juga turut menopang indeks dengan kenaikan sekitar 3 persen.
Sementara itu, saham pemberat (laggards) yang menahan laju IHSG antara lain INCO yang terkoreksi 2,66 persen, ASII turun 2,05 persen, serta AMMN melemah 1,54 persen.
Related News
Lebih Pede dari Purbaya, Mirae Asset Patok Target IHSG 10.500
Pemerintah Targetkan Serap 4 Juta Ton Gabah Pada 2026
KKP Cegat Impor 90 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok
Perkuat Konektivitas, Penerbangan Perintis Gorontalo Dioperasikan
Pemerintah Cermati Ancaman Perubahan Iklim Seperti Pada 2024
Produk Indonesia Masuk Jaringan Ritel Modern Pakistan





