EmitenNews.com -PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah menghabiskan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp10,451 triliun dalam waktu 14 bulan setelah melantai di bursa.

 

Hal itu terungkap dalam laporan penggunaan dana IPO emiten teknologi itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/7/2023).

 

Rinciannya, GOTO mendapatkan dana dari pemodal sebesar Rp13,727 triliun pada akhir Maret 2022.

 

Sedangkan hingga 13 Juli 2023 dana tersebut tersisa Rp3,123 triliun.

 

Dalam keterangan tersebut jelas dinyatakan bahwa dari totap Rp3,12 Triliun rinciannya sebesar Rp400 miliar di tempatkan pada giro pada perusahaan pihak ketiga dengan bunga 3,7 persen.

 

Lalu dan sebesar Rp1,223 triliun di tempatkan juga di pihak ketiga sebagai Giro dengan tingkat bunga 4,25 persen.

 

Sedangkan dana senilai Rp500 miliar di tempatkan sebagai deposito dalam jangka waktu 1 bulan di pihak terafiliasi dengan bunga 3,5 persen dan dana Rp1 triliun di tempatkan di pihak terafiliasi sebagai Giro dengan bunga 3,5 persen.

 

Dalam prospektus IPO, GOTO mengalokasikan Rp4,072 triliun dari  dana IPO untuk modal kerja.

 

Pelaksanaannya, GOTO telah menghabiskan Rp3,675 triliun untuk modal kerja.